| Rabu, 05 Januari 2005 | SEMARANG |
Banyak Anak Muda Belajar MC JawaPEMBAWA acara berbahasa Jawa memang bukan profesi yang langka benar. Namun jika tak ada pengaderan, bukan mustahil pekerjaan itu bakal tinggal nama. Sanggar Pasinaon Pambiwara Yayasan Pawiyatan Kabudayan Karaton Surakarta adalah salah satu perkumpulan yang peduli terhadap hal itu. Tak hanya para sepuh, kawula muda pun tidak sedikit yang mengikuti kursus ini. Salah satu pengurus Sanggar Pasinaon Pambiwara Yayasan Pawiyatan Kabudayan Karaton Surakarta Cabang Semarang M Ng Sudarsono Hadiprojo mengatakan, sejak berdiri 2000, lembaganya telah meluluskan puluhan siswa. ''Tidak hanya orang tua, mahasiswa juga banyak yang ikut,'' katanya, belum lama ini. Ketua II KRT Bowo Dipuro pun mengatakan, di Solo peserta berlatar belakang beragam. ''Ada siswa SMA, dosen, pengusaha, dan sebagainya,'' ujar dia. Di Solo, lanjut Bowo, pelatihan itu telah berdiri sejak sebelas tahun lalu dan meluluskan 1.089 siswa. Dia mengatakan, meski sistem dalam pengajaran yang digunakan tingkat tutur krama halus, dia yakin siswa tidak akan mengalami kesulitan. ''Kami menggunakan bahasa Jawa yang disederhanakan serta mudah dimengerti, bukan bahasa pedalangan,'' ungkap Bowo. Selain di Semarang, yayasan itu terdapat di Tulungagung dan Blitar. ''Dalam waktu dekat, kami juga akan membuka cabang di Kediri,'' katanya. Di sela-sela pelantikan pengurus baru Sanggar Pasinaon Pambiwara Yayasan Pawiyatan Kabudayan Karaton Surakarta Cabang Semarang periode 2004-2007 di Mes Jratun Seluna Jl Papandayan 1 Semarang, belum lama ini, Bowo menyatakan ingin melestarikan budaya Jawa yang bersumber dari Keraton Surakarta. Selain itu, meningkatkan pengetahuan anggotanya melalui diskusi atau ceramah. ''Kami ingin sanggar ini terus berkembang,'' harapnya. (nrs-89) |