| Rabu, 05 Januari 2005 | SEMARANG |
GKJ Banyumanik Gelar Doa untuk AcehSEMARANG- Kesedihan akibat musibah gempa bumi dan gelombang tsunami di Aceh benar-benar dirasakan semua lapisan masyarakat, tak terkecuali umat kristiani. Pada perayaan Natal dan Tahun Baru yang bertema ''Allah Sumber Pengharapan Dunia'' di Gedung Karina, Banyumanik Semarang, 1.500 anggota jemaat Gereja Kristen Jawa (GKJ) Banyumanik dan sekitarnya turut memanjatkan doa safaat bagi para korban di Aceh dan Sumatra Utara, Jumat (31/12). ''Tidak lupa kami mendoakan saudara-saudara kita yang tertimpa gempa di Nabire, Papua, dan Alor, NTT,'' ujar Pendeta Drs Napsun Setiyono. Dalam perayaan yang digelar dengan penuh kesederhanaan itu juga digelar aksi penggalangan dana spontanitas bagi korban tsunami di Tanah Rencong. Kepada Suara Merdeka, ketua panitia acara Sri Mulyani mengatakan, dana yang terkumpul malam itu Rp 3 juta. ''Kami akan menyalurkan uang tersebut melalui Persatuan Gereja Indonesia (PGI) Jateng,'' kata Napsun. Dia juga mengatakan, gereja-gereja lain yang tersebar di Jateng juga melakukan hal serupa. Dalam pesan Natal, Napsun mengimbau seluruh umat Kristen untuk terus memupuk kerukunan dan kebersamaan. ''Dua hal tersebut tidak hanya dilakukan kepada sesama umat Nasrani, namun juga kepada pemeluk agama lain,'' tegasnya. Napsun mengatakan, dalam upaya memupuk kebersamaan dan kerukunan, para pemeluk agama apa pun hendaknya tidak selalu mempermasalahkan perbedaan. (nrs-89) |