SUARA MERDEKA
 
INDEKS WACANA Senin, 03 Januari 2005

-- Upaya-upaya rekonstruksi bagi rakyat Nanggroe Aceh Darussalam, dari skala terendah telah mulai dilakukan. Bantuan untuk korban gelombang tsunami mengalir dalam derajat ketersentuhan rasa kemanusiaan yang luar biasa. Para relawan berdatangan ke bumi tragedi sesuai dengan bidang-bidang yang dibutuhkan, dalam kompetensi mereka. Langkah Pemerintah juga makin mengerucut ke komando struktural dengan menetapkan Menko Kesra Alwi Shihab sebagai pucuk pimpinan mengambil alih birokrasi provinsi yang boleh dikatakan lumpuh.

-- Begitulah seruan yang disampaikan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjelang tutup tahun 2004. Tahun 2005 hendaknya dijadikan tahun solidaritas dan kebersamaan untuk membangun kembali Indonesia. Melangkah ke depan dengan penuh optimisme dan keyakinan menuju hari esok yang lebih baik. Seruan yang dirasakan sangat tepat dan timely. Pada saat bangsa ini mengakhiri perjalanan selama setahun dalam suasana duka, perayaan tahun baru pun berbeda dari biasanya. Walaupun ada kemeriahan,

BENCANA alam akhir-akhir ini menyeruak di mana-mana. Ini mengingatkan manusia, betapa musibah yang silih berganti: banjir, gempa bumi, tanah longsor, kekeringan, kebakaran, kecelakaan di darat, laut, ataupun udara, bisa selalu mengancam kita semua.

SAMPAI penghujung tahun 2004, gerakan antikorupsi di Indonesia patut diacungi jempol. Faktor penyebab dominannya, bukan kekuasaan atau politisasi kekuasan sebagaimana diperankan relatif baik oleh Presiden (terpilih) Susilo Bambang Yudhoyono,

Saya tinggal di sebuah desa di Kecamatan Juwangi Boyolali yang berjarak tidak terlalu jauh dari ibukota provinsi (60 km tenggara Semarang). Menurut angan-angan saya yang hanya rakyat kecil biasa, jarak sedekat itu sebenarnya bisa menjadi bagian dari pertumbuhan perkotaan yang maju.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA