| Senin, 03 Januari 2005 | SALA |
Butuh Pendekatan yang Lebih ManusiawiKAWASAN Kecamatan Kartasura kini berkembang sangat pesat. Kegiatan ekonomi di wilayah kecamatan yang menjadi titik pertemuan segitiga Solo - Yogya - Semarang itu semakin maju. Kemajuan tersebut di satu sisi berdampak positif, tetapi di sisi lain bisa menimbulkan efek negatif. Bagaimana menyikapi hal tersebut? Berikut petikan wawancara dengan Camat Kartasura, Drs Bachtiar Zunan. Kecamatan Kartasura berkembang menjadi kawasan ekonomi yang luar biasa. Bagaimana Anda menyikapi pertumbuhan itu ? Memang, ketika mendapat kepercayaan menjadi camat di sini sekitar 3 bulan lalu, saya sempat bimbang. Mampukah saya memimpin wilayah yang tumbuh pesat ini. Namun saya bersyukur karena ternyata bisa menemukan resepnya. Apa resep tersebut ? Yang utama, sebagai pemimpin tidak bertindak arogan. Prinsipnya, harus nguwongke sesama. Siapa pun kalau didekati baik- baik pasti akan baik. Resep ini saya lakukan hingga kini. Bahkan masyarakat tidak harus ke kantor kalau mengundang saya ke pertemuan atau rapat warga. Ketemu di jalan pun tak masalah. Apa arah pembangunan Kartasura ke depan ? Sebagai camat, saya tak bisa menentukan kebijakan sendiri. Sudah ada Rencana Umum Tata Ruang yang disetujui DPRD bersama Pemkab dan saya hanya melaksanakan. Memang kawasan Kartasura diproyeksikan sebagai kawasan industri, perdagangan, dan jasa. Tentu semua itu butuh kerja sama seluruh aparat hingga tingkat desa serta masyarakat. Bagaimana dengan pembangunan fasilitas yang ada? Saat ini beberapa fasilitas sudah ada. Pasar Kartasura cukup representatif, demikian pula pembangunan pertokoan. Masalah kemacetan lalu lintas di kawasan kota sudah terpecahkan dengan pengoperasian terminal bus baru di kawasan bekas lokalisasi Gunung Pare. Ternyata proyek besar yang didukung masyarakat tersebut mampu menggerakan roda ekonomi masyarakat. (Joko Murdowo-85i) |