| Senin, 03 Januari 2005 | SALA |
Ratusan Hektare Gogo Dimangsa Uret
WONOGIRI- Ratusan hektare padi gogo para petani di wilayah Kecamatan Paranggupito Kabupaten Wonogiri dilaporkan rusak akibat dimangsa hama uret. Para petani di daerah itu khawatir serangan hama tersebut akan membuyarkan harapan mereka panen. Warto dan Kaiman, petani Desa Parang Kecamatan Paranggupito Wonogiri menyatakan, hama uret itu memangsa akar dan pangkal padi gogo dari bawah permukaan tanah. ''Secara sepintas hama uret itu tidak terlihat. Meski demikian, tahu-tahu padi gogo akan menguning, layu, dan mati muda,'' ujar Warto. Kaiman menyatakan, petani kesulitan memberantas uret karena hama itu menyerang dari dalam tanah. ''Sia-sia kalau hanya disemprot pestisida,'' ujarnya. Kabag Humas Pemkab Wonogiri Eko Muslich Martono SE MM, mengakui serangan hama itu. ''Saya tahu persis karena kami baru pulang dari Paranggupito dalam rangka survei potensi mata air sumber Banyutowo di Dusun Ringin,'' ujarnya. Eko mengatakan, serangan uret tidak saja merusak padi gogo yang ditanam petani, tapi juga areal padi gogo di tanah bengkok (lungguh) para pamong desa. Padi yang diserang, lanjut Eko, kecil kemungkinan bisa dipanen. ''Kata mereka, yang terlanjur diserang tidak bakal dapat dipetik hasilnya,'' tutur Eko. Sebab sebelum panen, lanjut dia, padi gogo yang terserang uret lebih dulu menguning dan mati. Padahal sebagai tanaman lahan kering, padi gogo merupakan andalan tanaman pangan masyarakat Paranggupito, selain jagung, kacang tanah, dan singkong. Hujan Ngrecek Mencermati areal padi gogo yang terserang hama uret di Paranggupito, besar kemungkinan hama yang sama juga menyerang padi gogo milik para petani di wilayah Kecamatan Giritontro dan Pracimantoro. Sebab di dua wilayah kecamatan tetangga Paranggupito ini memiliki kesamaan sifat lahan, agroklimat iklim, sifat curah hujan, dan suhu udara. ''Biasanya hama uret akan muncul jika hujan ngrecek (berkepanjangan-Red),'' ungkap Kaiman. Kepala Dinas Pertanian Perkebunan Wonogiri Ir Gurun Santosa MM yang dihubungi terpisah mengatakan, secara resmi instansinya belum menerima laporan kemunculan serangan hama uret. ''Meski demikian, kami akan mengecek ke lokasi,'' katanya. Dinas Pertanian, lanjut Guruh, akan selalu aktif dalam menyikapi kemunculan serangan hama pada tanaman pangan para petani. Guruh mengungkapkan, pembasmian uret memang perlu teknik khusus dengan jenis pestisida yang cocok. Sebab pemberantasan itu tidak bisa memakai sembarang obat dan sekadar disemprotkan, seperti pemberantasan wereng. ''Bila petani memerlukan obat pembasmi, akan segera kami siapkan. Prinsipnya, kami siap membantu kalau diperlukan,'' tegasnya.(P27-85i) |