| Senin, 03 Januari 2005 | SALA |
Warga Sragen Sumbang Rp 1 MiliarSRAGEN- Pemerintah Kabupaten Sragen kemarin mengirim 17 relawan untuk membantu musibah di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Selain itu, panitia peduli bencana alam membantu uang tunai Rp 1 miliar lebih, bahan makanan berupa biskuit, mi instan, air mineral, beras, obat-obatan, serta pakaian dan selimut. Bahan makanan yang diangkut dua buah truk dilepas Bupati Untung Wiyono dalam apel besar di halaman Pemkab Sragen, kemarin. Para relawan berangkat menuju Aceh dengan pesawat. ''Para donatur itu menunjukkan bahwa masyarakat Sragen peka dan peduli terhadap sesama yang menderita,'' kata Bupati Untung Wiyono didampingi Muspida dan beberapa anggota DPRD Sragen. Ketua DPRD Agus Wardoyo SE menyambut baik kesigapan aparat Pemkab Sragen dan masyarakat dalam merespons penderitaan masyarakat Aceh. Kabupaten Sragen termasuk cepat merespons dan menyalurkan bantuan, dibandingkan kabupaten lain di wilayah Surakarta. Donatur berasal dari elemen masyarakat dari kalangan PNS, swasta, pengusaha, DPRD, warga keturunan, serta mereka yang peduli terhadap penderitaan di Aceh. Bupati berharap bantuan bisa cepat diserahkan kepada yang berhak. Bantuan dari donatur asal Sragen akan diberikan lewat ketua tim nasional penerimaan bantuan bencana. Menurut Bupati, di Indonesia terdapat sekitar 500 kabupaten/kotamadya. Jika setiap kabupaten atau kotamadya menyumbang Rp 2 miliar, dana yang terkumpul sekitar Rp 1 triliun bisa sangat bermanfaat bagi para korban. Lambat Dikirim Bupati meminta kepada para relawan yang berangkat untuk mandiri setiba di lokasi musibah. Ketua PMI Cabang Sragen dr H Untung Mardikanto MARS mengakui banyak bantuan pangan dan sandang yang dihimpun dari sejumlah masyarakat di Surakarta masih menumpuk di Bandara Adisumarmo, Solo. Pihak PMI Cabang Solo yang menerima titipan bantuan serupa, juga kewalahan karena gudang sudah penuh. Adapun pengiriman bantuan berupa makanan dan pakaian ke Aceh tidak bisa dilakukan secara cepat. Sebab belum ada pesawat kargo khusus untuk membawa bantuan ke Aceh. Akibatnya, bantuan menumpuk dan menunggu didistribusikan.(nin-85i) |