| Senin, 03 Januari 2005 | SALA |
LSM Nilai Perekrutan CPNS Tahun Ini Lebih BurukBOYOLALI- Pemerintah Pusat hendaknya lebih hati-hati dan tidak gegabah dalam pengumuman hasil seleksi CPNS. Banyaknya komplain dari peserta tes CPNS atas kelulusan perlu dijadikan evalusi untuk pelaksanaan tahun mendatang. ''Sistem pengumuman yang telanjur diketahui publik ternyata belum memuaskan,'' kata Koordinator Masyarakat Antikorupsi, Kolusi (Marak) Sarbini SAg, kemarin. Di tempat terpisah, salah seorang peserta tes CPNS, Harjan warga Boyolali mengaku kecewa atas pengadaan CPNS. Dia menilai pelaksanaan tes dan pengumuman kelulusan tahun ini lebih buruk dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Terbukti, banyak peserta tes yang komplain dan tidak puas. Kabid Pengembangan pada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Boyolali Dra Nur Indiyah mengakui ada beberapa peserta tes yang komplain atas pengumuman tersebut. Rata-rata mereka mengkomplain formasi kelulusan yang tidak sesuai dengan kebutuhan. Karena itu, pihaknya melakukan klarifikasi ke Pemerintah Pusat atas 17 alokasi formasi yang tidak sesuai dengan kebutuhan. Tak Lulus Formasi bermasalah itu antara lain untuk S1 teknik pertambangan yang semestinya dibutuhkan satu, tak ada yang lulus. Kemudian tehnik komputer dibutuhan dua, tak ada yang diterima. Begitu pula teknik lingkungan dibutuhkan dua, tak satu pun peserta yang lulus. Adapun D-3 akademi lalu lintas dibutuhkan satu, tak ada yang diterima dan ekonomi akutansi ekonomi dibutuhkan satu, juga tak ada yang diterima. Kemudian akademi manajemen dibutuhkan satu tak ada yang lulus. Akademi manajemen, akademi perikanan, akademi peternakan, teknik elektro masing-masing dibutuhkan satu, tak satu pun peserta yang diterima. Sebaliknya, administrasi negara, sosiologi, dan D3 anestesi masing-masing dibutuhkan dua, lulus satu. Nur Indiyah mengatakan, sebelum pengumuman Pemerintah Pusat menetapkan passing grade (standar kelulusan). Dengan demikian, semua formasi belum tentu terisi atau ada kelulusan. Sebab kalau nilainya tidak memenuhi standar tidak lulus, sehingga ada formasi yang kosong atau tidak ada kelulusan. Namun setelah dia membaca Suara Merdeka, ada pernyataan yang menyebutkan tidak ada passing grade. Bila itu benar, semua formasi harus terisi. (shj-85s) |