| Senin, 03 Januari 2005 | SALA |
Rapat Panmus DPRD di Hotel Yogya
SUKOHARJO- DPRD Sukoharjo dinilai tidak memiliki kepekaan sosial. Di tengah kepedihan bangsa Indonesia merasakan dampak bencana tsunami Aceh yang menelan puluhan ribu korban jiwa, panitia musyawarah (Panmus) malah menggelar rapat di sebuah hotel di Yogya, Jumat (31/12). ''Saya melihat Dewan tidak memiliki kepekaan. Masa mereka nekat menggelar rapat di hotel di Yogya, apa gedung Dewan sudah tidak representatif lagi?'' ujar Ketua LSM Forum Masyarakat Transparansi (Formasi), Maryono. Kegiatan tersebut jelas sebagai bentuk pemborosan dana masyarakat. Seandainya mereka memiliki sedikit malu, tentu tidak perlu jauh-jauh ke Yogya sekadar menggelar rapat. Apalagi gedung Dewan sudah cukup representatif untuk menampung kegiatan kedewanan. Dana yang seharusnya untuk piknik bisa dialihkan untuk sedikit mengurangi penderitaan masyarakat Aceh. Di sisi lain, kata dia, para wakil rakyat masih berpijak pada pola lama. Yaitu ramai-ramai menghabiskan anggaran dengan dalih sudah ada pos kegiatan sesuai dengan agenda. Padahal, dana yang ada harus digunakan untuk kegiatan yang berpijak pada kepentingan masyarakat. Anehnya, di tengah situasi berduka mereka malah makan enak di hotel. Hemat Dana Ketua Panmus DPRD Wardoyo Wijaya SH mengakui ada rapat di Yogya. Namun hal itu bukan semata rapat Panmus. Dia juga membantah sinyalemen bahwa pertemuan itu sekadar hura-hura untuk merayakan Tahun Baru 2005. Dia mengatakan, rapat Panmus digelar di sana justru untuk menghemat tenaga dan anggaran Dewan. Wardoyo yang juga menjabat Ketua DPRD tersebut mengatakan, pertemuan berawal saat unsur pimpinan Dewan dan pimpinan komisi mengadakan pertemuan di Yogya. Pertemuan yang juga menghadirkan konsultan dari UGM itu dimaksudkan untuk membahas tentang rencana pembentukan badan penunjang DPRD. Seusai pertemuan, langsung dilanjutkan dengan rapat Panmus.(G10-85s) |