| Senin, 03 Januari 2005 | SALA |
Kepedulian di Balik Tawa yang MenghiburSUDAH bukan hal yang aneh lagi, kalau akhir-akhir ini di mana-mana bermunculan gerakan moral untuk peduli kepada para korban bencana tsunami di daerah Aceh dan sekitarnya. Namun, yang dilakukan sekelompok masyarakat Solo tersebut boleh jadi memang agak lain. Begitulah memang yang terjadi, ketika kelompok musik Teamlo yang bergabung dengan Paguyuban Artis Surakarta (PAS) menggelar aksi peduli terhadap korban bencana tsunami yang diselengarakan di kawasan Manahan dan Gladag, Minggu pagi kemarin. Bicara tentang tujuan kegiatan, barangkali memang tak berbeda jauh dengan gerakan moral lain, yakni mencoba melakukan sesuatu untuk meringankan beban para korban bencana tersebut. Hanya, cara yang dilakukan Teamlo dan PAS tersebut cukup menarik. Seperti diketahui, kelompok musik yang beranggotakan Wawan Bakwan, Pangsit Anjasmara, Benjovi, Dondot Kembung, Bobby Mesakh, dan Avis Sukaesih tersebut, selama ini telah dikenal sebagai kelompok musik humor. Itu artinya, dalam setiap kesempatan tampil mereka akan selalu mengajak tertawa. Lantas apa yang mereka lakukan, ketika panggung yang dimainkan itu adalah panggung yang bernuansa kesedihan? "Kami tetap tidak merubah format yang telah menjadi ciri khas. Karena, peduli itu bukan berarti harus larut dalam suasana apa yang sedang menggugah rasa empati kita," ujar Wawan Bakwan. Menghibur Demikianlah, dengan konsep yang seperti itu, gerakan moral yang dilakukan Teamlo dan para artis di Surakarta tersebut memang terasa menjadi berbeda dengan yang lain; khususnya dengan apa yang dilakukan kelompok musik humor Teamlo. Dengan mengusung peralatan musik komplet yang ditempatkan di sebuah truk (yang sekaligus untuk panggung pertunjukannya), bersama dengan artis lain yang turut bergabung, mereka kemudian menggelar pentas musik sebagaimana lazimnya yang telah dilakukan selama ini. Maka, acara yang dimaksudkan sebagai sarana penggalangan dana bagi para korban tsunami itu pun berlangsung cukup menghibur. Di balik kesedihan yang tengah terasa dari semangat kegiatan tersebut, tetap ada tawa yang muncul setiap kali Teamlo tampil. Menariknya lagi, meski tetap diparodikan dan kemudian membuat yang mendengar akan merasa tergelitik, lagu-lagu yang dibawakan kelompok musik tersebut terkadang juga bernuansa sedih. Misalnya seperti lagunya Ebiet G Ade berjudul "Berita Kepada Kawan", atau juga lagu berjudul "Hadapi dengan Senyuman". Sementara itu ketika Teamlo tengah pentas, sejumlah artis yang tergabung dalam PAS mengedarkan kotak sumbangan kepada masyarakat yang lewat ataupun berkumpul. Hasilnya, dari pukul 07.00 hingga pukul 11.00, aksi solidaritas yang dilakukan di Bundaran Manahan dan Bundaran Gladag itu bisa mengumpulkan dana sebesar Rp 4.375.500.(Wisnu Kisawa-80a) |