| Senin, 03 Januari 2005 | SALA |
"Seni Itu Luwes, Senimannya Juga"SRIWEDARI- Menyambut tahun baru dengan berbagai pertunjukan seni, seperti pada 31 Desember 2004 lalu, memang sudah menjadi tradisi. Namun bagaimana pengungkapan ekspresi para seniman ketika format harus diubah karena ada perubahan suasana berkait dengan tragedi tsunami di Aceh? "Seni itu luwes. Senimannya juga luwes," kata Irawan (30), master of ceremony OM Ken Dedes (Karanganyar), yang Jumat malam beraksi di halaman Pendapa Joglo Taman Sriwedari. Dia bersama grup tersebut, empat penyanyi dangdut, serta tiga grup rock, yakni Sunset, Detik, Sketsa Band, malam itu beraksi di panggung hiburan gratis untuk menyambut kedatangan Tahun Baru 2005 di Kota Solo. Irawan bersama grup dan penyanyinya, juga Clara Enterprise pimpinan M Harno AR yang menjadi event organizer acara, memang tidak beda jauh dari pertunjukan seni yang disuguhkan THR Sriwedari dan Wayang Orang Sriwedari di dekatnya. Juga pertunjukan musik di lapangan Pamedan Mangkunegaran, depan Stadion Manahan, halaman depan Taman Satwa Taru Jurug, Pendapa Sasanamulya Keraton Surakarta, atau yang lain. Cari Nafkah Intinya, mereka itu rata-rata seniman yang mempunyai kebiasaan melakukan pertunjukan di mana saja dan kapan saja, untuk mencari nafkah. Mereka pun sudah berpengalaman tampil di banyak suasana, momentum, dan kondisi yang beragam. Karena itu mereka cukup peka terhadap situasi lingkungan di sekeliling mereka. "Kalau kami harus mengikuti permintaan pihak berwenang, misalnya, berkaitan dengan musibah nasional di Aceh, itu sudah menjadi kewajiban kami. Tanpa diminta dan diimbau, kami luwes. Bisa menyesuaikan dan berada dalam suasana dan kondisi apa pun," tutur Irawan. Ya, keluwesan penampilan para seniman itu memang tampak pada pesta penyambutan tahun baru lalu. Tentu saja, mereka tidak serta merta mengubah panggung pertunjukan sebagai tempat untuk melakukan ritus doa dan kegiatan-kegiatan bela sungkawa. Namun para event organizer itu dengan arif dan bijaksana, menghilangkan beberapa hiasan dan atribut yang biasanya mencolok, seperti atraksi kembang api dan tiupan terompet serta gerak lagu yang demonstratif.(won-80i) |