logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 03 Januari 2005 PANTURA
Line

Sering Dijumpai Berita Tak Seimbang

PERTEMUAN wartawan PWI Pokja Pekalongan dan Batang yang berlangsung di pendapa Kantor Suara Merdeka Pekalongan, Sabtu malam (2/1) cukup menjadikan pelajaran untuk koreksi bagi wartawan. Betapa tidak, dalam pertemuan bertajuk kinerja wartawan tahun 2004 itu, Kabag Humas Kota Pekalongan Suharto BBA dan Kabag Inmas Kabupaten Batang Dra Lani Dwi Rejeki MM mau berbicara blak-blakan di hadapan wartawan.

Dalam pertemuan yang dihadiri puluhan wartawan tersebut, juga dihadiri Ketua Pokja PWI Pekalongan Trias Purwadi dan ketua Pokja Batang Eko Saputro. Dalam pertemuan itu, PWI sengaja mengundang Kabag Humas untuk mengoreksi kerja wartawan yang beroperasi di wilayahnya masing-masing, agar kekurangan wartawan itu bisa diperbaiki untuk tahun 2005 dan seterusnya. Mengapa memilih Kabag Humas dan Kabag Inmas, karena sehari-hari merekalah yang sering bertemu dengan wartawan dalam kaitan informasi yang ada di wilayahnya.

''Terus-terang, wartawan yang bertugas di Batang sudah komunikatif dengan kami. Namun terkadang muncul berita-berita yang kurang seimbang, karena tidak ada konfirmasi dari narasumber yang menjadi objek berita. Memang, akhirnya konfirmasi tersebut dimuat sehari kemudian. Namun, itu sudah merugikan narasumber yang menjadi objek berita. Opini negatif akhirnya menyebar di masyarakat,'' kata Kabag Inmas Kabupaten Batang.

Menurut dia, mungkin bagi pembaca dari kalangan pendidikan menengah ke atas, tidak masalah karena sudah ada bantahannya meski terlambat. Namun masyarakat kalangan bawah, tidak mudah membalikkan opini negatif tersebut.

Selain itu, yang lebih parah lagi ada wartawan dari luar kota yang beridentitas tidak jelas, istilahnya wartawan gadungan. Mereka hanya mencari-cari yang ujung-ujungnya duit (UUD). Bahkan ketika diberi sekadar uang transpor, ada yang nekat ngenyang minta tambahan lagi. Padahal mereka itu baru kenal. ''Namun itu bukan dilakukan wartawan dari Pekalongan dan Batang, melainkan dari kota lain,'' katanya tanpa menyebut oknum wartawan tersebut.

Meski demikian, Lani mengaku kalau wartawan itu memang banyak memberikan kontribusi yang banyak dalam menginformasikan soal pembangunan di wilayahnya. ''Bagi yang memberikan banyak kontribusi pembangunan di Batang, kami juga mengerti,'' ujarnya.

Kabag Humas Pemkot Pekalongan Suharto BBA mengatakan, sekarang ini wartawan yang beroperasi di wilayahnya sangat banyak. Karena itu diharapkan wartawan baru khususnya, agar memahami kode etik jurnalistik sehingga tidak akan muncul keluhan dari kepala dinas, kepala kantor ataupun instansi lain berkaitan dengan berita yang telah dimuat. (Trias Purwadi, Moch Achid Nugroho-34s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA