logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 03 Januari 2005 PANTURA
Line

Refleksi Tsunami di Kajen

  • Remaja Tetap Berpesta di Jalan

KAJEN - Bencana gempa dan tsunami di Aceh dan Sumatera Utara mengetuk simpati banyak pihak. Tidak hanya aksi penggalangan dana yang digelar, namun berbagai acara perayaan tahun baru juga dibatalkan untuk menghormati penderitaan korban bencana tersebut.

Setelah beberapa acara perayaan tahun baru dibatalkan dan dicabut izinnya, Pemkab Pekalongan menggantikannya dengan acara refleksi bencana tsunami. Acara tersebut diisi dengan pemutaran slide rekaman bencana tsunami, sosialisasi hasil bulan dana PMI, pembacaan puisi keprihatinan, penggalangan dana, dan doa bersama.

Setelah pemutaran slide bencana tsunami, acara dilanjutkan dengan renungan dan refleksi atas bencana badai pasang. Dalam acara yang dihadiri berbagai elemen masyarakat tersebut, beberapa pejabat mengungkapkan dengan caranya masing-masing. Kapolres Pekalongan, AKBP Drs Lotharia Latief dan Komandan Kodim 0710 Pekalongan, Letkol Inf Y Bagus Budiyanto PSc MA MSc memilih cara dengan membacakan puisi.

Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Asip Kholbihi memilih dengan menerjemahkan salah satu ayat Alquran. Di sana, kata dia, telah ada peringatan bagi umat manusia agar selalu menjaga amanat Allah. '' Bencana Aceh bisa jadi adalah azab, karena kita selama ini telah menyalahgunakan amanat-Nya,'' ujarnya.

Setelah acara refleksi, Pemkab yang dibantu dengan para relawan dari PMI melakukan penggalangan dana dan bantuan untuk korban tsunami. Malam itu berhasil terkumpul dana sebanyak Rp 74.833.400, dan 30 kodi sarung palekat.

Pesta di Jalan

Meskipun Pemkab Pekalongan telah menghentikan seluruh perayaan pergantian tahun yang bernuansa hura-hura, namun bukan berarti suasana pesta menghilang. Para remaja Kota Santri malam itu tetap saja menggelar pesta dengan caranya sendiri.

Sebagian besar jalan-jalan raya di Kabupaten Pekalongan sampai ke Kota Pekalongan, malam itu dipadati oleh motor yang sebagian besar dikendarai oleh para remaja.

Mereka menggeber-geber gas motornya, sehingga terdengar raungan knalpot hampir semalam suntuk. Di beberapa tempat, beberapa remaja memarkir motornya. Mereka menggeber-geber suara motor diiringi musik dari sebuah tape compo, dan sebagian lainnya menari-nari di sekelilingnya.

Di beberapa sudut kota Kajen lainnya, beberapa kali kembang api memancar mewarnai langit Kajen. Suara terompet pun terdengar di beberapa sudut, begitu waktu menunjukkan pukul 00.00. Beberapa remaja yang berkumpul di sekitar Alun-alun Kajen, terlihat tertawa sambil bersalaman mengucapkan selamat tahun baru. Suasana raungan motor di jalan-jalan, beberapa kali masih terdengar hingga subuh.

Mahasiswa

Sementara itu mahasiswa STMIK Widya Pratama dan beberapa kelompok lainnya di Kota Pekalongan, mereka turun ke jalan raya meminta sumbangan kepada pengguna jalan. Sambil membawa beberapa spanduk yang menyatakan keprihatinan terhadap bencana yang menimpa daerah Aceh, mereka senantiasa mengimbau kepada pengguna jalan untuk menyumbang. Tanpa ragu dan malu serta tidak peduli dengan teriknya matahari yang menyengat tubuh, mereka terus menyodorkan kotak amal yang sudah disiapkan.

''Mohon maaf sebelumnya kepada bapak sopir, jika perjalanan Anda terganggu. Kami hanya meminta rezeki yang bapak miliki untuk membantu saudara kita yang sedang tertimpa bencana,'' begitu Yudi Hariyanto, koordinator pelaksana kegiatan kemanusiaan itu di jalanan.

Kelompok lain yang menggelar aksi serupa yaitu Karang Taruna Kelurahan Podosugih. Dalam kegiatannya, karang taruna tersebut juga membuka posko serta mengumpulkan pakaian pantas pakai. Para pemuda itu mengumpulkan dana dengan turun di perempatan Jalan Ponolawen. Menurut Sekretaris Kelurahan Slamet Haryanto, rencananya mereka akan mencari sumbangan hingga beberapa hari.

Hal yang sama juga dilakukan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), mereka menerjunkan kadernya ke jalan raya. Sama seperti kelompok pencari dana lainnya, tanpa mengenal lelah mereka terus mencari sumbangan untuk membantu saudara kita di Aceh. Apabila ada mobil lewat, mereka langsung mendekati dan mengimbau kepada pengemudi agar sudi memberikan sumbangan.

Peduli Kasih

Malam Old & New di Kafe Istana merubah acara itu menjadi malam amal "Peduli Kasih". Acara diawalai dengan doa bersama seluruh pengunjung yang dipimpin oleh KH Hartono. Dilanjutkan dengan penyerahan kupon dana kepada pengunjung yang diwakili Ismet Inonu salah satu anggota DPRD Kota Pekalongan. Sedang kegiatan hiburan orgen tunggal dan Alfa band menyuguhkan lagu kemanusiaan yang mencerminkan suasana berkabung.

Cucut Suranto R, Manajer Hotel Istana mengatakan dalam susana negara sedang berkabung atas terjadinya musibah gempa bumi tsunami yang menelan korban ribuan penduduk Aceh, sepatutnya kita semua ikut berduka cita. ''Karena itu kita menyambut baik himbauan Kapolresta,'' katanya. Menurut dia perubahan acara hiburan menjadi malam amal itu sudah tepat dan mendapat sambutan semua pengunjung kafe.

Dalam acara itu berhasil dikumpulkan dana yang dihimpun dari pengunjung secara spontanitas sebesar Rp 1.200.000,- Dana itu disumbangkan untuk korban bencana gempa bumi dan badai tsunami di Aceh dan Sumatera Utara lewat Dompet Bencana Aceh Suara Merdeka. (G16-H4-P57-34as)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA