| Senin, 03 Januari 2005 | PANTURA |
Lestarikan Bahasa Jawa lewat Lomba SandiwaraSIANG itu, Rabu (29/12), suasana Gedung Kesenian Kota Tegal terlihat lain dibandingkan dengan hari biasa. Puluhan remaja berusia belasan tahun berkumpul di tempat itu. Mereka dengan mengenakan seragam sekolahnya tampak memberikan dukungan kepada teman-temannya. Sebagian lagi berada di panggung mengikuti Lomba Sandiwara Berbahasa Jawa Tingkat SMP/MTs, SMA/SMK/ MA se-Kota Tegal. "Lomba sandiwara berbahasa Jawa diselenggarakan sebagai salah satu program Dinas Pendidikan Kota Tegal untuk melestarikan keberadaan bahasa Jawa," ungkap Kasi Kesenian dan Kebudayaan Dinas Pendidikan Kota Tegal Akur Sujarwo di sela-sela lomba. Menurut pandangan dia, selama ini bahasa Jawa nyaris dilupakan generasi muda. Mereka hanya beranggapan, bahasa Jawa merupakan bahasa yang sulit. Selain itu, kendala yang dihadapi saat ini banyak sekolah yang kekurangan guru Bahasa Jawa. Hal itu menimbulkan kekhawatiran akan luntur dan ditinggalkannya bahasa Jawa oleh generasi mendatang. "Saya khawatir, lima atau 10 tahun mendatang sudah tidak dipakai lagi. Karena itu, kami mencoba mengadakan lomba," tuturnya. Meski lomba hanya diikuti beberapa peserta, dia yakin event yang digelar kali pertama itu akan banyak manfaatnya. Dari 17 naskah yang diambil, hanya lima sekolah yang berani unjuk kebolehan. Mereka adalah SMA 1, SMA 5, SMK 2, MAN, dan SMP 3 Tegal. "Paling tidak, sudah ada perwakilan dari lima sekolah berani tampil, selanjutnya tinggal menggelar setiap tahun," katanya. (Wawan Hudiyanto-42j) |