| Senin, 03 Januari 2005 | PANTURA |
Ketika Kentungan Bikin Polisi Jadi ABGPERNAHKAN terbayang ratusan anggota polisi dan satpam hanyut dan terlena dalam ramuan irama musik kentungan? Tentu itu akan sulit ditemukan logikanya. Karena musiknya stagnan, alias suara birama yang diperdengarkan ya itu-itu juga. Akan tetapi di tangan kelompok musik atau grup seni kentungan Gema Laras Wulung (GLW) asal Desa Tumiyang, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, musik itu terasa menjadi lain; karena ramuannya yang kompak, musik tradisional tersebut menjadi enak didengar. Bahkan, ratusan anggota polisi dari Polres Tegal dan satpam dari berbagai perusahaan yang hari itu merayakan HUT Ke-24 Satpam seperti hanyut dan terlena. Beberapa di antaranya, kepalanya ada yang digerakkan ke kiri dan ke kanan. Persis seperti anak muda yang berjingkrak girang, ketika menikmati sajian irama house music atau musik remix di diskotek. "Wah, kalau yang ini mirip musik anak baru gedhe (ABG). Persis kayak di diskotek. Bisa bikin jadi ABG, nih," tutur salah seorang anggota polisi. Belakangan, kepanjangan ABG yang dimaksud bukan lagi Anak Baru Gede, melainkan diganti dengan awan bengi gedhek, alias geleng-geleng kepala ke kiri dan ke kanan siang dan malam. Tapi itulah, sekelumit gambaran ketika musik kentungan GLW berlaga. Adonan musik yang ditawarkan, bisa menjadi lain dari musik kentungan yang biasa diperdengarkan. 40 Personel Menurut Kabagbinamitra Polres Tegal, AKP Sujoko, grup musik tradisional asal Banyumas tersebut sengaja diminta tampil memeriahkan HUT Ke-24 Satpam. Karena, grup musik yang terdiri atas 40 personel tersebut sering diminta tampil di wilayah Tegal dan Brebes dalam berbagai acara hajatan. "Ya daripada penasaran, sekalian saja kami tampilkan untuk dijadikan hiburan menarik," tutur AKP Sujoko. Edi Purwanto selaku pimpinan GLW mengatakan, untuk sekali tampil dia mematok bayaran dari Rp 500.000 hingga Rp 1 juta. Bayaran Rp 500.000 dipatok untuk pertunjukan di seputar Banyumas saat acara hajatan. "Kalau sekarang, saya tidak mematok harga. Karena kami diundang Kapolres Tegal untuk memeriahkan HUT Ke-24 Satpam. Terserah, mau diberi bayaran berapa. Wong itu pertunjukan kesenian tradisional yang murah meriah," tutur dia didampingi Sukitam dari bagian peralatan. Untuk sekali tampil, grupnya memainkan sebanyak 20 lagu. Tidak hanya lagu-lagu dangdut, campursari atau keroncong. Lagu berirama house music, seperti lagu-lagu yang sering terdengar di diskotek pun disajikan. "Nah, khusus penampilan di Polres Tegal kami sajikan house music dengan kentungan. Enak juga, kan," tandas Edi sambil mengulum senyum. Lagu-lagu house music yang cukup memukau itu, antara lain berjudul "Melody Tjie Se Pen" yang biasa disajikan dengan ramuan musik oriental freezy mix dan "Four Ever" dengan slipping into funkydub. Semuanya disajikan dengan warna suara kentungan, ketipung (dari karet ban bekas, bukan dari kulit binatang), dan simbal kecil.(Riyono Toepra-90a) |