logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 03 Januari 2005 PANTURA
Line

Ceramah dan Pengumpulan Dana Warnai Tahun Baru

TEGAL- Perayaan malam Tahun Baru 2005 di Kota Tegal, Jumat malam lalu (31/12) berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kali ini, perayaan yang terpusat di Alun-alun Tegal diwarnai dengan ceramah dan doa, serta diiringi dengan pengumpulan dana bantuan untuk korban gempa dan tsunami di Aceh.

Kendati demikian, kegiatan yang merupakan wujud solidaritas itu tidak mengurangi keramaian malam tersebut. Ribuan warga tumplek-blek, sembari membunyikan terompet.

Jalan-jalan protokol seperti Jalan AR Hakim, Jl Sultan Agung, serta seputar Alun-alun dipadati ribuan pengunjung. Guna menjaga ketertiban dan kelancaran, di beberapa titik perbatasan kota dipasang barikade.

Arus lalu lintas yang datang dari arah selatan, dialihkan ke barat melalui Jalan KS Tubun dan Jl Kapten Sudibyo. Sementara itu beberapa ruas jalan di dalam kota, hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki.

Selaku penyelenggara, Yusi Pringadi dari PT Djarum Tegal, mengatakan sesuai dengan konsep awal, musik yang disajikan didominasi warna religius dan soft (lembut). Pihaknya juga membatalkan pesta kembang api, yang diganti dengan penyalaan lilin dan pengumpulan dana bantuan untuk korban musibah tsunami di Aceh.

"Kami berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 5 juta, yang langsung dikirimkan melalui sebuah stasiun televisi swasta. Selain itu, kami juga menyediakan layar yang menyuguhkan visual musibah di Aceh dengan dilengkapi ceramah dan doa," katanya.

Wali Kota Adi Winarso SSos didampingi Muspida berkesempatan memantau beberapa tempat hiburan. Kepala Kantor Informasi dan Kehumasan, Sumito SIP mengatakan, secara umum perayaan berjalan lancar. Di beberapa tempat hiburan, seperti di hotel dan mal, juga diwarnai pengumpulan dana untuk musibah Aceh.

Di Brebes

Dari Brebes dilaporkan, Bupati H Indra Kusuma SSos mendukung upaya penggalangan dana yang dilakukan masyarakat untuk membantu korban bencana alam Aceh.

Bahkan, pihaknya juga sudah mengimbau seluruh PNS di jajarannya untuk menggalang aksi kemanusiaan, guna meringankan beban penderitaan warga Aceh yang terkena musibah tsunami.

''Saya salut dengan upaya organisasi kemasyarakatan yang melakukan penggalangan dana untuk bantuan Aceh. Kita semua ikut prihatin dengan musibah itu,'' kata Bupati di sela-sela penyerahan bantuan untuk warga Aceh lewat Harian Suara Merdeka, Sabtu lalu.

Besar bantuan yang diserahkan dari Pemkab Rp 3.356.000; sedangkan dari karyawan Pemkab yang dikumpulkan secara kolektif akan diserahkan menyusul, menunggu terkumpulnya dana secara keseluruhan.

Sesuai dengan rencana, setiap PNS maksimal diimbau menyumbang lima persen dari gaji. Bantuan tersebut bersifat suka rela; yang merasa belum mampu menyumbang, tidak akan dipaksa untuk membantu.(G12,wh-42a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA