| Senin, 03 Januari 2005 | PANTURA |
Lepaskan Baju Politik demi Masyarakat AcehBENCANA gempa dan tsunami di Aceh dan Sumatera Utara yang menelan korban jiwa puluhan ribu orang ternyata memunculkan banyak hikmah. Ingar-bingar wacana pertarungan politik beberapa bulan silam tenggelam dan berganti dengan munculnya berbagai aksi kepedulian. Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kabupaten Pekalongan Drs Bambang Sunarjo mengatakan, kejadian tragis di Aceh secara spontan telah menggerakkan masyarakat untuk berbuat sesuatu demi membantu mereka. "Itu hikmah dari kejadian ini. Semua orang dari berbagai latar belakang bergerak menggelar aksi kepedulian," ujarnya, kemarin. Saat ini, kata dia, memang bukan saat yang tepat untuk membawa wacana perbedaan golongan atau warna politik. Karena itu, dia mengharapkan agar seluruh masyarakat melepaskan baju politik demi membantu warga Aceh. Dia mencontohkan dengan gerakan Kabupaten Pekalongan Peduli yang digelar berbagai elemen masyarakat Kota Santri. Semua elemen masyarakat dari berbagai latar belakang profesi dan politik bergabung spontan melakukan gerakan moral bersama untuk meringankan beban masyarakat korban tsunami. Pos Keprihatinan Di Kecamatan Wiradesa, Bojong, dan Kedungwuni, secara spontan berdiri empat pos keprihatinan yang dikoordinasi Forum Peduli Aceh dan Sumut. "Posko itu dipastikan akan bertambah karena elemen lain juga berbuat hal yang sama," ujar dia yang ditunjuk sebagai ketua forum. Bambang berharap tidak ada orang yang berdiam diri hanya karena masalah perbedaan golongan dan warna politik. Semua pihak bergerak dengan satu tujuan, yaitu kemanusiaan. Jadi, siapa dan apa pun warna politik dan golongannya harus ikut bergerak demi kemanusiaan. Dia berharap, setelah ini masyarakat tetap memelihara kepekaan sosial tersebut. Akan lebih indah jika gerakan sosial seperti itu bisa dijadikan tradisi dan budaya, sehingga saat ada yang mengalami musibah secara spontan masyarakat melakukan gerakan sosial untuk membantunya. (Muhammad Burhan-42e) |