logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 03 Januari 2005 PANTURA
Line

Bencana Kembali Landa Brebes Selatan

BUMIAYU- Bencana susulan kembali melanda wilayah Brebes selatan. Belum lama banjir yang menggenangi wilayah Kecamatan Bantarkawung, Sabtu (1/1) bencana longsor melanda wilayah Kecamatan Sirampog.

Jalur Bumiayu-Sirampog sepanjang 100 meter di jalan Dukuh Mendala Sebrang, Desa Mendala, ambles hingga sedalam dua meter. Longsor tersebut diduga karena hujan deras yang seharian mengguyur wilayah tersebut. Di samping itu, penyebab lain diduga kondisi tanah di bawah jalan yang lunak akibat kebocoran pipa air dalam tanah.

Salah seorang warga, Suratmo (45) mengatakan, longsor terjadi sekitar pukul 04.00 dini hari. Sebelumnya hujan deras hampir seharian mengguyur. Ketika warga tengah terlelap tidur, tiba-tiba terdengar suara gemuruh.

"Saya lihat keluar, tanah di bibir jalan sudah longsor separo," kata dia. Beruntung, pada saat kejadian lalu lintas kendaraan sedang sepi sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Puluhan rumah warga yang terletak di lokasi bawah jalan selamat dari longsoran tanah.

Sementara itu, seorang warga lain mengatakan, kondisi fisik jalan Bumiayu-Bantarkawung sebelumnya sudah retak-retak. Dia menduga keretakan itu disebabkan kondisi tanah di bawah jalan yang lunak. "Di bawah jalan ada pipa yang bocor, sehingga tanahnya jadi lunak," kata dia. Kondisi tanah makin rawan akibat hujan deras yang turun sepanjang hari.

Akibat longsor, badan jalan sepanjang lima meter kini hanya tersisa sekitar 50 cm. Beruntung, badan jalan sisi kanan tersisa ruang beberapa meter sehingga jalur Sirampog-Brebes masih dapat dilewati. Meski demikian, lalu lintas agak tersendat. Kendaraan yang akan melewati jalan harus antre satu per satu untuk melalui jalan.

Sementara itu untuk memperlancar arus lalu lintas, warga setempat mengambil inisiatif memperlebar badan jalan. Mereka menguruk ruang tanah di sisi badan jalan dengan kerikil dan pasir.

Di tempat terpisah, luapan air yang melanda sebagian wilayah Bantarkawung hingga kemarin sudah mulai menyurut. Meski demikian, arus sungai di Sungai Pemali masih cukup tinggi. Bahkan pada saat-saat tertentu seperti pagi hari, arus sungai terlihat membesar.

Akibat arus sungai masih besar, jalur alternatif Bantarkawung-Desa Kalinusu yang melewati badan sungai mengalami hambatan. Untuk tetap melewati jalan, pengguna jalan harus menumpang perahu yang disediakan salah seorang warga setempat. Sebagian lain menempuh jalur memutar melewati Desa Kaliwadas. (on-90s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA