| Senin, 03 Januari 2005 | WACANA |
Surat PembacaSurat untuk Gubernur soal Daerah JuwangiSaya tinggal di sebuah desa di Kecamatan Juwangi Boyolali yang berjarak tidak terlalu jauh dari ibukota provinsi (60 km tenggara Semarang). Menurut angan-angan saya yang hanya rakyat kecil biasa, jarak sedekat itu sebenarnya bisa menjadi bagian dari pertumbuhan perkotaan yang maju. Namun apa yang terjadi, Bapak. Saya sedih setiap kali teringat dan melihat kondisi daerah saya. Letak kecamatan yang hanya 60 Km dari ibukota Boyolali dan 40 km dari Grobogan membuat sarana dan prasarananya sangat ketinggalan dengan kecamatan lain. Saya menyadari letak kecamatan yang sangat jauh dari ibukota kabupaten inilah yang menghambat perkembangan daerah, atau mungkin menjadi daerah yang terabaikan. Jalan yang merupakan sarana perhubungan dari Boyolali ke Grobogan kondisinya sangat memprihatinkan. Lubangnya cukup besar, Bapak. Apalagi bila musim hujan, maka jalan tersebut laksana kolam ikan, licin pula. Terutama jalan di tapal batas Juwangi-Boyolali dengan Karangrayung-Grobogan. Belum lagi pengguna jalan roda 4 masih harus membayar di pos portal (sebelum dan sesudah memasuki Juwangi). Karcisnya bersetempel DPU Kabupaten Boyolali (bukti terlampir). Jarang Bapak Camat mendengar keluhan, karena mungkin berpikir hanya bertugas setahun dua tahun, jadi tidak merasa handarbeni atas daerahnya. Kenyataannya jarang sekali ada camat yang bersedia menempati rumah dinas. Maka sering saya dengar celoteh tetangga: ''Kalau sampai tahun depan Juwangi belum diperhatikan maka perkenankan saya mohon Bapak Gubernur membentuk ''Daerah Istimewa Juwangi'' agar dengan keistimewaannya itu bisa mendapat perhatian Pemkab Boyolali''. Apakah mungkin ini terjadi, Bapak? Apakah daerah pinggiran harus selalu terpinggirkan?. Irma Juwangi, Boyolali *** Mana Tanggung Jawab Koperasi Ajindo ? Membaca Surat Pembaca 19 Desember 2004, tulisan Dyah Rahmawati Semarang tentang belum terselesaikan kelanjutan polis Asuransi Ajindo-nya, saya juga mengalami hal serupa. Premi ke-3 tahun ke- 9 pada bulan April 2004 saya bayar lewat juru tagih Bp Dasimin Widodo sebab selama ini ditagih secara rutin. Tetapi saat pembayaran premi terakhir bulan Juli 2004 petugas tidak datang. Lebih sial lagi kantor Koperasi Ajindo di Jl Supriyadi (kompleks Dekopin) Semarang telah tutup tak berpenghuni. Saya surati namun tak ada tanggapan. Saya sebenarnya tinggal sekali lagi membayar premi terakhir yang jatuh bulan Juli 2004. Dengan demikian tinggal menunggu pembayaran klaim polis, Nasib saya sama dengan Dyah Rahmawati juga mungkin para nasabah lain, tidak tahu ke mana harus minta pertanggungjawaban pada pimpinan koperasi tersebut yang kantomya pun sudah tak beraktivitas. Saya pernah membaca berita di media Jakarta yang menyatakan Koperasi Ajindo telah dinyatakan Pembatasan Kegiatan Usaha (PKU) sejak 2 tahun lalu. Tetapi mengapa pembayaran premi masih ditarik. Mohon penjelasan dan tanggung jawab pimpinannya demi kepentingan para nasabah. D Adhy Prabowo Jatisari 418 Jatingaleh, Semarang *** Sinetron Remaja Saran dan kritik panasku untuk semua demi kemajuan bangsa dan negara di bidang penyiaran baik radio ataupun televisi. Saya sebenarnya bangga dan kagum dengan munculnya banyak sinetron di saluran TV swasta, Produk nasional ini sungguh bagus dan OK di bidang penampilan serta gambar. Tetapi sangat disayangkan, hampir semua sinetron remaja bercerita tentang cinta, kenakalan dan kekerasan, yang cuma bisa bikin penonton geram serta ketakutan. Sungguh, hanya beberapa persen saja sinetron Indonesia yang berjiwa mendidik dan berdakwah (bahkan ada sinetron yang membosankan karena terlalu Iama episodenya). Buat semua insan perfilman/sinetron dan juga production house, jadikan sinetron Anda sebagai sarana mendidik, membuat contoh, tak lupa juga sebagai saran dakwah. Dengan demikian sinetron Anda akan bermanfaat untuk semua umat dan membawa berkah di dunia dan akhirat. Tengoklah dan kaji film - film orang dulu yang belum berpengalaman tapi cukup melegenda karena banyak petuah yang disampaikan. Semoga para dirut TV swasta/TVRI lebih selektif memilih sinetron yang lebih layak tayang. Anak-anak bangsa ini belum siap hati nuraninya menonton tayangan yang berbau kenakalan, kekerasan, penyiksaan dan pornografi. Yanto Tipar Rt 2/Rw 3 Rawalo Banyumas *** Hasil Seleksi Calon Ka SMA Agar Ditinjau Berdasarkan surat Ka Dinas P dan K Klaten tentang usulan calon kepala SMA, menggunakan sistem seleksi gugur. Artinya bila seleksi tahap sebelumnya tidak lulus maka peserta tidak bisa mengikuti tahap berikutnya dan hasil tiap tahap harus diumumkan. Seleksi ada 4 tahap tes administrasi, tes tertulis, psikotes dan seminar penyajian makalah. Untuk seleksi Administrasi dari 22 peserta yang lolos 21 orang. Tahap ini transparan karena panitia ujian berani menampilkan nilai dan peringkat. Saya peserta ujian No 4 lolos. Tes Tertulis dikuti 20 peserta, panitia saya anggap tidak transparan karena tak mencantumkan nilai. Tahap ini yang lulus 10 orang termasuk saya. Tahap Psikotes, penyelenggara sangat baik dan lancar. Namun pihak panitia melakukan kesalahan yaitu melanggar surat Ka Dinas P dan K Kab Klaten No 424 /766/13. Seharusnya hasil tes diumumkan namun kenyataannya tidak sama sekali. Saya mulai tanda tanya, apakah semua peserta lulus semua ?. Mestinya nilai kecerdasan, kepribadian dan nilai emosional disampaikan kepada peserta. Tahap seminar Penyajian Makalah, juga diikuti 10 peserta. Saya melihat semua peserta punya kekuatan dalam penampilan yang seimbang. Karena test tak tertulis tentu keobjektivannya sulit. Menurut jadwal hasilnya diumumkan 13 November 2004, tetapi ditunda hingga 3 Desember 2004. Tetapi hasil akhir ditentukan oleh nilai psikotes ditambah nilai seminar. Hal itu jelas menyalahi surat Ka Dinas P dan K Kabupaten Klaten. Hasil pengumuman, saya dinyatakan tidak lulus. Yang lulus 7 orang. Anehnya 3 peserta yang tidak lulus, semuanya Guru Teladan I. Ada apa ini. Memangnya tidak senang kalau punya kepala sekolah yang bermutu. Saya peserta No 4 punya prestasi sbb: pernah mengikuti diklat calon Kepsek di Salatiga dan berhasil baik, instruktur tingkat nasional, guru Teladan 1, ketua MGMP, menjadi wakil kepsek 9 tahun. Juga menjadi ketua berbagai organisasi sosial (ketua koperasi/KPRI, ketua Korpri). Mohon hasil tes ditinjau kembali dan DPRD Klaten mengklarifikasi masalah ini. Drs. Hardiyanto Birit Rt 3/Rw 1 Wedi, Klaten *** Usul PNS/Pensiunan Bantu Bencana Aceh Siapa pun akan ikut berduka melihat penderitaan masyarakat Nangroe Aceh Darussalam yang terkena bencana alam tsunami. Perasaan duka ini pasti juga dirasakan warga PNS/pensiunan/TNI/Polri. Saya usulkan kepada pemerintah dan pengurus Korpri serta organisasi yang mengurusi pensiunan PNS/TNI/Polri untuk dapat membantu menyalurkan kesetiakawanan sosial melalui potong gaji/pensiunan. Besarnya potongan disesuaikan asas kepatutan, tetapi berapa pun besarnya potongan jika dihitung secara nasional maka jumlahnya akan sangat berarti bagi masyarakat Aceh. Kepada masyarakat PNS/pensiunan kiranya dapat menerima usul ini. Drs Darmadi, Jl Rasamala Timur II/152 Semarang 50263 |