logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 03 Januari 2005 NASIONAL
Line

150 Tahun ke Depan, Aceh Aman

JAKARTA-Tidak akan muncul gelombang pasang tsunami sebesar yang muncul pada tanggal 26 Desember 2004 dalam kurun waktu 150-200 tahun ke depan di Aceh dan sekitarnya.

Pernyataan itu merupakan salah satu kesimpulan yang diambil saat diskusi mengenai masalah gempa dan tsunami di Aceh dan sekitarnya.

Diskusi digelar Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen ESDM melibatkan para pakar gempa dan tsunami pada Kantor Balitbang Jl Gatot Subroto Jakarta, akhir pekan lalu.

Hasil diskusi itu antara lain bertujuan untuk menepis isu-isu yang berkembang di masyarakat bahwa gempa dan tsunami akan datang lagi di Aceh dalam waktu 2 minggu ke depan.

Menurut Kepala Balitbang Departemen ESDM Wimpy S Tjetjep, pernyataan-pernyataan para ahli dari berbagai pakar boleh-boleh saja secara pribadi.

"Kami di sini mewakili pemerintah melalui Departemen ESDM, Kepala BMG (Gunawan Ibrahim), Heri Haryono (Kepala Geoteknologi LIPI), dan para pakar gempa yang hadir antara lain Prof JA Katili, Danny Hilman, M Untung, TO Simanjuntak, Bona Situmorang, dan Sardjono memberikan pernyataan resmi pemerintah tentang masalah gempa tsunami di Aceh," papar Wimpy S Tjetjep dengan berapi-api.

Masih menurut Wimpy, diskusi digelar karena banyak informasi yang diterima oleh masyarakat, yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya secara ilmiah menurut ilmu kebumian.

Karena itu, perlu kiranya para ahli dikumpulkan untuk berdiskusi dan mengambil kata sepakat guna memberikan informasi yang benar dan menyejukkan kepada masyarakat.

"Pernyataan ini merupakan pernyataan final. Informasi-informasi yang sudah ada dianggap tidak ada setelah pernyataan ini dikeluarkan," tandasnya.

Beberapa hasil diskusi, antara lain BMG dapat memprediksi episentrum setelah 30 - 60 detik terjadinya gempa. Setelah itu, BMG tidak memilki fasilitas untuk menyampaikan warning.

"Harus jujur bahwa kita lack of technology. Hasil dari video camera amatir, tsunami di Banda Aceh terjadi dari pukul 8.30 sampai dengan 09.05, sementara main shock terjadi pukul 07.50. Tsunami terjadi karena main shock, bukan karena gempa susulan," katanya.

Ditambahkannya pula, tidak akan muncul tsunami sebesar ini dalam kurun waktu 150-200 tahun ke depan di Aceh dan sekitarnya. Sebab, berdasarkan data perlu waktu 200-300 tahun untuk membentuk gempa sebesar di Aceh dan sekitarnya.

Terungkap pula, mengapa Pulau Mentawai dan Siberut tidak terkena dampak gempa Aceh, karena sekmennya tidak bergerak ke arah kedua pulau tersebut. Sementara Pulau Simeleu (dekat episenter) tidak terkena dampak tsunami, mungkin karena distribusi displacement yang tidak merata. Di Pulau Simeleu tidak terjadi displacement, hanya terjadi di utaranya.

Terjadinya tsunami yang besar karena terdapat kombinasi antara oblique, transform movement, dan subduction. Tidak akan terjadi tsunami besar di selatan Pulau Jawa karena tidak ada oblique. Namun perlu dibuat early warning system seperti di Hawai untuk memperingatkan kepada negara di wilayah pasifik.(bn-78t)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA