| Senin, 03 Januari 2005 | INTERNASIONAL |
Masalah Pribadi Warnai Pemilu KroatiaZAGREB - Rakyat Kroatia memilih presiden mereka Minggu kemarin. Presiden incumbent dari kubu liberal Stjepan Mesic diperkirakan bakal terpilih lagi dan membantu mengantarkan republik eks Yugoslavia itu menjadi anggota Uni Eropa pada 2009. Jika menang, Mesic (70) yang populer itu akan bertindak sebagai pengimbang pemerintahan konservatif yang berkuasa di bawah PM Ivo Sanader. Mesic dan Sanader berselisih pendapat tentang masalah-masalah kecil sejak Uni Demokratik Kroatia (HDZ), kelompok nasionalis berhaluan keras, berkuasa pada 2003. Namun kedua pemimpin itu merupakan pendukung kuat langkah menggabungkan Zagreb dengan Uni Eropa setelah satu dasa warsa terisolasi. Pemilihan tersebut dipandang sebagai perselisihan pribadi dengan beberapa masalah politik dipertaruhkan. Pemungutan suara ditutup pukul 19.00 waktu setempat Minggu (01.00 WIB Senin ini) dan hasil awal diperkirakan sekitar tengah malam. "Saya tidak begitu yakin Mesic merupakan pilihan terbaik, namun dia merupakan pengekang kejahatan dari 13 kandidat dan tidak melakukan kesalahan besar dalam masa jabatan pertamanya," kata pensiunan berusia 73 tahun, Gordana. Gordana merupakan pemilih pertama yang memberikan suaranya di ibu kota Kroatia itu. Beberapa survei menunjukkan Mesic, yang didukung oleh partai-partai oposisi tengah-kiri, memperoleh 50 persen suara dan memenangi pemilihan. Hanya Seremonial Menurut jajak pendapat, saingan utamanya, Deputi PM Jadranka Kosor dari HDZ, diperkirakan memperoleh 20 persen suara, sedangkan tak satu pun dari 11 kandidat lainnya memperoleh suara. Jabatan presiden hanyalah seremonial, namun ia punya suara dalam kebijakan luar negeri, pertahanan, dan intelijen, dan memilih perdana menteri. Mesic populer di dalam negeri karena citranya sebagai orang yang berpikir cepat. Barat memujinya sebagai pelopor upaya-upaya Kroatia untuk menormalisasi hubungan dengan Serbia dan Bosnia setelah bubarnya Yugoslavia pada awal 1990-an. Dia sangat mendukung upaya membawa para tersangka kejahatan perang Kroatia ke mahkamah internasional di Den Haag, Belanda. Kosor (51) adalah mantan jurnalis, bertanggung jawab dalam pemerintahan bagi keluarga dan veteran perang namun tak populer. Mesic menggantikan almarhum pemimpin autokrat Franjo Tudjman dalam pemilihan bersejarah pada 2000. Tudjman membentuk HDZ dan memimpin negara itu menuju kemerdekaan namun kemudian diasingkan oleh Barat karena nasionalisme garis keras pemerintahannya. (rtr-niek-46) |