logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 03 Januari 2005 BUDAYA
Line

Solidaritas dan Kepedulian Artis

KEDUKAAN dan kesedihan yang mendalam terhadap bencana nasional yang menimpa Nanggroe Aceh Darussalaman (NAD), Nias dan sebagian wilayah Sumatera Utara memang mengetuk hati setiap insan. Tak terkecuali para artis Ibu Kota, baik yang mempunyai ikatan kedaerahan dengan tanah Serambi Mekah maupun yang tidak.

Lihatlah, di tengah guyuran rinai hujan, Tamara Blezinky, Ineke Koesherawati, Ratih Sang, Dewi Yull, Astri Ivo, Cut Yanti, Cut Memey, Edwin, dan beberapa nama sohor dalam dunia keartisan Tanah Air itu unjuk keprihatinan untuk penggalangan dana.

Hajad yang digagas oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Fredy Numberi, itu memang bukan sesuatu yang anyar. Namun, paling tidak, lewat aksi dari para artis yang diisi dengan pembacaan puisi dan doa bersama, Jumat (31/12) lalu, di lapangan parkir Departemen Kelautan, Gambir, Jakarta, ternyata mampu mengumpulkan rupiah yang cukup signifikan.

''Bukan berapa banyak rupiah yang mampu kita sumbangkan kepada saudara-saudara kita di sana,'' kata Fredy. ''Tapi, solidaritas, kebersamaan, dan ke-bhineka-an bangsa yang besar ini harus dibuktikan pula oleh kepedulian kita terhadap penderitaan mereka,'' imbuh menteri yang menyumbang Rp 10 juta dari kantong pribadinya.

Total sumbangan mencapai Rp 85 miliar yang merupakan alokasi untuk Aceh selama tahun 2005 dari Departemen Kelautan dan Perikanan, ditambah 5 juta dolar AS bantuan asing dan 500 ribu dolar AS dari LSM.

Getarkan Hati

Ya, solidaritas dari para artis yang ditujukan untuk meringankan beban penderitaan korban bencana nasional di Aceh, Nias, dan sebagian wilayah Sumatera Utara ini memang menggentarkan hati.

Dewi Yull menembangkan sebuah lagu tradisional berbahasa Aceh yang memberikan pengantar kepada seribuan audience yang menyesaki arena.

''Ini bukti bahwa kita bukan apa-apanya dibandingkan dengan kebesaran Allah. Karena memang segala sesuatu milik Allah. Bahkan nyawa kita sekalipun,'' katanya. ''Dan sebenarnyalah para korban telah syahid dan sepantasnya menghuni taman surga,'' imbuh Dewi.

Memang, tidak semua artis yang hadir mampu menarasikan kedukaan dan keprihatinannya lewat ujaran seperti yang dilakukan janda Ray Sahetapi ini. Tamara, Ineke, Astri Ivo, dan Ratih Sang misalnya, dengan pembacaan sajak yang banal dan muatan pesan teks yang ''tidak terlalu dalam'' pun, tetap tidak mengurangi kekhidmatan untuk menunjukkan solidaritas mereka terhadap para korban.

Sungguh, di tangan para artis yang biasanya kita sangat sulit membedakan kesedihan dan kedukaan yang sebenarnya atau akting belaka, kali ini atas nama tragedi nasional yang menelan korban puluhan ribu jiwa, tampaknya mereka tidak main-main dengan emosinya. (G20-81)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA