| Kamis, 30 Desember 2004 | OLAHRAGA |
Basket UMS Masuk Divisi UtamaSUKOHARJO -Tim bola basket putra Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mencatat prestasi yang mengesankan, lolos ke Divisi Utama Liga Bola Basket antar Perguruan Tinggi se-Indonesia. Kepastian tim asal Kabupaten Sukoharjo ini setelah dalam babak penyisihan menjadi juara pool. Satu-satunya wakil dari Jateng ini juga berhasil lolos ke empat besar, setelah dalam pertandingan dramatis mengalahkan tim Maranatha Bandung 84-76. Padahal beberapa detik sebelum pertandingan usai tim putra UMS ketinggal 64-67. "Keajaiban dan kemurahan Tuhan terjadi. Pada detik-detik terakhir bisa menyamakan kedudukan 66-66," kata manajer tim UMS Drs Priyono MSi. Menurutnya, pertandingan untuk lolos empat besar, antara UMS melawan Maranata yang berlangsung di GOR Among Rogo Yogyakarta 20 Desember lalu, berlangsung ketat. Berulang kali terjadi kejar-mengejar angka. Setelah terjadi angka sama 66-66, pertandingan diperpanjang 5 menit. Instruksi pelatih Fajar Briyanti agar anak-anak melakukan penjagaan ketat serta tidak memberi kesempatan lawan untuk menembak dan tak membuat kesalahan telah dilaksanakan dengan disiplin. Bahkan di lapangan, anak-anak berani main lepas untuk menyerang. Akhirnya regu UMS menang 84-76. "Prestasi yang membanggakan ini merupakan kenangan bagi rektor Prof Drs H Dochak Latif yang akan digantikan oleh Prof Dr H Bambang Setiaji,MS," kata Drs Priyono,MSi yang juga PR III UMS. Kompetisi basket Divisi I tingkat nasional yang berlangsung di GOR Among Rogo Yogyakarta 15-22 Desember diikuti 17 tim putra dan tujuh tim putri. Semi final UMS harus mengakui keperkasaan tim Mikriskil dari Medan. Namun pada perebutan peringkat tiga, UMS berhasil mengalahkan tim Atmajaya Yogyakarta 76-64. Juara diraih oleh regu Mikrskil Medan, disusul regu Parahiyangan Bandung dan III UMS Surakarta. Atas prestasi yang belum pernah diraih oleh regu bolabasket UMS berhasil lolos ke divisi utama, pihak UMS telah memberikan bonus kepada 12 pemain serta pelatih dan ofisial masing-masing Rp 500.000. Belum ada target untuk menjadi juara Indonesia, tetapi target tahun depan adalah tidak sampai degradasi. (P44-57) |