logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 30 Desember 2004 NASIONAL
Line

Mbah Mun Meninggal


KH Muntaha - SM/Sutomo

SEMARANG-Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Kiai karismatik dari Wonosobo, KH Muntaha Alhafidz, meninggal dunia di Semarang, Rabu (29/12) sekitar pukul 17.00 WIB. Kiai yang berusia 93 tahun itu meninggal setelah beberapa hari dirawat di RS Telogorejo.

Semalam, jenazah diberangkatkan dari rumah sakit menuju kediamannya di kompleks Pondok Pesantren Al-Asy'ariyyah Kalibeber, Mojotengah, Wonosobo. Tampak mengantar jenazah, Wagub Jateng Drs H Ali Mufiz MPA, Ketua PWNU Drs H Moh Adnan MA, Wakil Ketua DPRD H Abdul Kadir Karding SPi, Kakanwil Depag Drs HM Chabib Thoha MA, dan lain-lain. Menurut rencana Kiai Muntaha akan dimakamkan hari ini (Kamis, 30/12).

Banyak cerita dan kenangan pada Mbah Mun, begitu KH Muntaha biasa disebut. Konon tak mudah bagi seseorang bisa menemuinya secara langsung dalam sebuah komunikasi yang ''nyambung''. Pengasuh Pondok Pesantren Al Asy'ariyyah itu sepanjang hidupnya banyak di-sowani orang penting. Sebut saja mantan presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), mantan pangab Wiranto, dan Siti Hardiyanti Indra Rukmana (putri mantan presiden Soeharto). Di balik kunjungan itu, banyak cerita menarik yang selama ini tak pernah mengemuka di khalayak umum.

Pemimpin Umum Suara Merdeka Ir H Budi Santoso, salah satu di antara sekian banyak tokoh yang pernah bersilaturahmi ke kediaman Mbah Mun. Sambutan begitu hangat pun menyertai dalam kunjungan yang dilakukan pada 9 Maret lalu.

Memang, ketika itu Mbah Mun tidak menemui Budi Santoso di ruang tamu, sebab masih sakit. Kiai meminta orang kepercayaannya, KH Habibullah Idris, untuk mempersilakan tamunya masuk ke kamar. Begitu Budi Santoso dan Mbah Habib-panggilan KH Habibullah Idris-masuk ke kamar, Mbah Mun yang sedang tiduran langsung duduk di tempat tidur dibantu salah seorang putrinya. Budi Santoso segera menyalami kiai sekaligus minta doa restu dalam pencalonannya sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Jateng.

Dengan diamini seluruh yang ada di kamar, Mbah Mun membacakan doa untuk calon anggota DPD dengan nomor urut 47 itu. Selesai berdoa, keduanya saling mengucapkan terima kasih. "Matur nuwun, Pak Budi ke sini,'' kata Mbah Mun. "Justru kula ingkang matur nuwun,'' kata Budi Santoso.(G7,B13,P55-69t)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA