logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 30 Desember 2004 BANYUMAS
Line

Kebun Raya Baturraden Tak Kalah Menarik dari Kebun Raya Bogor

''MIMPI dua tahun lalu kini mulai bisa terwujud,'' kalimat ini meluncur dari Gubernur Jateng H Mardiyanto seusai melakukan penanaman perdana pohon langka di Kebun Raya Baturraden (KRB). Sesuatu yang dimimpikan Pak Gub itu tak lain adalah KRB tersebut.

Mimpi yang mulai terwujud itu diawali dengan penanaman 35 pohon langka oleh 35 pejabat Provinsi Jateng, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Pemkab Banyumas, dan Direksi PT Perhutani di areal Kebun KRB.

Gagasan pembangunan KRB ini kali pertama dicetuskan Megawati Soekarnoputri pada 2001, ketika masih sebagai wakil presiden. Saat menutup Jambore Nasional 2001 di Bumi Perkemahan Baturraden, dia tertarik dengan potensi wana wisata Baturraden yang cocok untuk kebun raya.

Gagasan itu kini mulai terwujud dengan penerbitan SK Menhut Nomor 117/Menhut-II/2004 bertanggal 19 April 2004 yang menetapkan kawasan 143,5 hektare di Wana Wisata Baturraden sebagai kawasan hutan dengan tujuan khusus untuk hutan penelitian dan pengembangan serta pendidikan lingkungan dalam bentuk KRB.

KRB yang secara administratif masuk Desa Kemutug Lor, Kecamatan Baturraden berada sekitar 14 km dari kota Purwokerto atau 1,5 km dari pintu gerbang wana wisata. Kebun raya yang terletak di kaki Gunung Slamet dengan topografi landai hingga berbukit dengan ketinggian 600-700 meter dpl. Suhu di KRB berkisar 20-30 0 Celcius dengan curah hujan sangat tinggi (5.000-6.174 mm/tahun).

Seperti halnya kebun raya lainnya, KRB merupakan tempat yang berfungsi sebagai lembaga konservasi yang melakukan usaha koleksi, pemeliharaan, dan penangkaran berbagai jenis tumbuhan dalam rangka membentuk dan mengembangkan habitat baru. KRB juga sebagai sarana perlindungan dan pelestarian alam dan dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta sarana rekreasi.

Terus Dikembangkan

Menurut keterangan Gubernur, secara bertahap KRB akan terus dikembangkan. ''Step by step kebun raya ini terus dikembangkan sesuai dengan kemampuan anggaran yang ada. Setelah MoU ditandatangani, mulai 2005 dibuat master plan secara menyeluruh. Satu di antaranya direncanakan pembangunan green house,'' tandasnya.

KRB yang lokasinya menyatu dengan objek wisata Baturraden, ujar dia, sekaligus akan menambah jumlah objek wisata. Objek wisata yang sudah ada di kawasan Baturraden adalah Lokawisata, Pancuran Tiga, Pancuran Tujuh, Gua Sarabadak, Wana Wisata, Telaga Sunyi, dan Curug Ceheng.

Potensi flora di KRB sangat beragam. Jenis-jeis yang sudah diidentifikasi oleh LIPI adalah damar (Agathis borneensis), puspa (Schima wallichii), rasamala (Altingia excelsa), mahoni (Switenia macrophylla), kaliandra (Callyandra sp), paku-pakuan, kantong semar, dan jenis-jenis anggrek. Jenis flora lainnya masih dalam identifikasi LIPI sebagai yang bertanggung jawab dalam pengelolaan kebun raya di Indonesia.

Sementara itu, jenis flora yang dominan berupa pinusrotan, tanaman paku, pohon rengas, palem wiji. Jenis tanaman bunga yang langka berada di KRB, antara lain kantong semar merah kelopak kuning, anggrek tanah warna putih, anggrek tanah warna kuning, kantong semar putih kelopak merah. Jenis bibit pengayaan di KRB yang sudah siap tanam sebanyak 269 spesies yang masuk dalam 69 famili.

Dinas Kehutanan dan Perkebunan Banyumas juga menambah pengayaan dengan menanam pohon sangat langka, khas Banyumas, berupa pohon tembaga dan pohon lemberang yang kini hanya tinggal satu batang.

Di samping flora, di kebun raya ini juga ditambah dengan khazanah fauna yang mungkin tak ditemui di kebun raya lain. Flora itu hidup secara bebas, seperti babi hutan, ayam hutan, kijang, kera wau-wau, elang jawa, musang, dan ular. Kepala Kebun Raya Bogor Dr Irawati yang turut membina pengelolaan KRB mengakui kebun raya ini sangat potensial. Lokasinya di dataran tinggi berpotensi untuk konservasi. (Sigit Oediarto, Agus Wahyudi-20j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA