logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 29 Desember 2004 PANTURA
Line

PSB Gelar Hiburan di Lima Tempat

TEGAL - Panitia Pentas Seni Bulanan (PSB) Kota Tegal menutup tahun 2004 ini menggelar acara di lima tempat secara berturut-turut. Pentas perdana yang dibiayai APBD itu diawali di Alun-alun Kota Tegal, Sabtu malam (25/12), dengan menampilkan dangdut Bigone pimpinan Slamet Kendang.

Meski hampir sepanjang malam diguyur hujan, animo masyarakat untuk menyaksikan pergelaran gratis itu lumayan besar. Ketua PSB Dwi Erry Santoso kemarin mengatakan, kendati acara ini dadakan, sambutan para pelaku seni cukup membanggakan. Mereka tak menolak ditampilkan, meski waktu latihan mepet.

''Ini pertanda mereka sebenarnya rutin latihan, namun kesempatan main sangat sempit. Padahal, honor pas-pasan,'' ungkapnya.

Dangdut Bigone misalnya, hanya dibayar Rp 850.000. Namun mereka bubar sekitar pukul 23.00.

Erry mengungkapkan, sejak PSB digelar pada 2003 lalu, denyut kesenian bergerak tambah cepat. Muncul grup-grup kesenian baru dengan corak berbeda. Misalnya, SMA 1 Tegal serius menggarap wayang orang-orangan. Sebaliknya, ada pula cabang kesenian tradisional yang dijaga mati-matian oleh pimpinannya agar tidak punah, misalnya kuda kepang.

Dua cabang kesenian itu akan ditampilkan di halaman Sanggar Pramuka, Minggu malam (26/12). Dalam kesempatan itu juga akan ditampilkan parade band.

Senin - Rabu

Erry menuturkan, PSB (27/12) malam juga menggelar acara di Lapangan Sepak Bola Kecamatan Tegal Selatan. Jenis kesenian yang digelar di antaranya barongsai, band remaja, keroncong remaja, lawak tradisional, dan Ketoprak Gendowor dengan lakon ''Patung Hidup''.

Pada Selasa (28/12) acara digelar di Lapangan Sepak Bola Kecamatan Sumurpanggang. Kesenian yang ditampilkan di antaranya band pelajar, keroncong, lawak pelajar,dan parade rock pelajar.

Dia menuturkan, safari PSB akan diakhiri di Lapangan Sepak Bola Kecamatan Tegal Timur pada Rabu (29/12). Menu yang akan ditampilkan adalah tari kontemporer, ska band, musik keroncong tegalan, dan dangdut Kresna Grup.

''Prinsip yang kami ambil dalam safari kesenian ini adalah pemerataan keramaian di empat kecamatan. Boleh dikatakan pula ini merupakan upaya pembinaan kesenian di Kota Tegal,'' katanya.(aj-42n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA