logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 29 Desember 2004 INTERNASIONAL
Line

Menteri Transportasi Ukraina Tewas setelah Oposisi Menang

KIEV - Pihak-pihak berwenang Ukraina memulai penyidikan pidana, Selasa kemarin, tentang kematian menteri transportasi, yang ditemukan dengan luka tembak di kepalanya.

Menteri tersebut tewas sehari setelah kandidat oposisi memenangi pemilu ulang yang kontroversial.

Kantor Kejaksaan Agung yakin, Heorhiy Kyrpa yang juga pengusaha terkenal Ukraina itu bunuh diri. Namun kejaksaan menduga dia mungkin disuruh untuk melakukan aksi bunuh diri tersebut.

''Pagi ini, Kejaksaan Agung melakukan penyidikan pidana berdasarkan pasal tentang aksi bunuh diri yang dipaksa,'' kata seorang juru bicara.

Kyrpa ditemukan tewas di rumahnya di pinggir kota Kiev. ''Ada satu luka tembak di pelipisnya. Sepucuk pistol ditemukan di depan sang menteri,'' kata juru bicara tersebut.

Kyrpa (58) punya hubungan erat dengan Presiden Leonid Kuchma yang demisioner. Dia pernah disebut-sebut sebagai bakal kandidat dalam pemilihan presiden tersebut.

Dia merupakan anggota kunci pemerintahan Viktor Yanukovich, yang dikalahkan pemimpin oposisi Viktor Yushchenko yang pro-Barat dalam pemilihan ulang. Namun Yanukovich bersumpah akan menggugat hasil-hasil pemilu ulang tersebut.

Atur Transportasi Gratis

Kaum oposisi menuduh Kyrpa telah mengatur transportasi gratis ke Kiev bagi para pekerja tambang dari kota industri Donetsk, Ukraina timur.

Tujuannya adalah untuk menandingi aksi massa pendukung oposisi, yang menolak pemilu sebelumnya yang dimenangkan Yanukovich. Namun kemenangan Yanukovich dibatalkan karena terjadi kecurangan dalam pemilu tersebut.

Pemerintah membantah telah mengirim para pekerja tambang yang melakukan demonstrasi selama beberapa saat di Kiev sebelum kembali ke Donetsk.

Kyrpa diangkat menjadi menteri transportasi, Juli lalu, sebagai bagian dari langkah Kuchma untuk membentuk satu kementerian telekomunikasi dan transportasi.

Para analis mengatakan, kebijakan tersebut akan meningkatkan pengaruh negara terhadap industri itu.

Gugat Kekalahan

Sementara itu, Yanukovich kembali bekerja kemarin setelah bersumpah akan menggugat kekalahannya dari Yushchenko.

Langkah Yanukovich hampir dipastikan menjadi taktik yang bertujuan memanfaatkan basis kekuatan pendukungnya, lantaran Presiden Kuchma telah menyerahkan seluruh dukungan kepada dia sejak pemilu bulan lalu.

Yushchenko, saingannya yang berpandangan liberal, meraih kemenangan yang tak mungkin terkejar dalam pemilu Minggu lalu. Dia menyatakan, Ukraina akhirnya benar-benar bebas setelah 14 tahun merdeka dari kekuasaan Soviet.

Rakyat Ukraina telah tiga kali memberikan suara dalam waktu kurang dari dua bulan.

Memaparkan cita-cita politiknya dalam suatu artikel koran, dia mengatakan pemilu tersebut - dan demonstrasi massal yang mendukung dirinya - telah mengakhiri era pasca-Soviet.

Dia bertekad akan merangkul seluruh komponen di negaranya yang berpenduduk 47 juta jiwa.

Setelah semua suara dihitung, petugas pemilihan menyatakan Yushchenko memenangi pemilihan ulang Ukraina dengan 51,99 persen suara.

PM Yanukovich, yang tidak mau mengaku kalah, meraih 44,19 persen.(rtr-ben-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA