| Selasa, 28 Desember 2004 | SALA |
Kantor SM Klaten seperti Pasar TibanKLATEN- Sejak pukul 05.00 kemarin, para peserta tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kabupaten Klaten sudah mendatangi Kantor Perwakilan Suara Merdeka Klaten. Mereka menunggu kedatangan Harian Suara Merdeka (SM) untuk melihat pengumuman CPNS 2004 yang dimuat di dalamnya. ''Saya sengaja datang pagi-pagi, habis shalat subuh dan belum mandi langsung pergi ke Kantor SM Klaten agar bisa mendapat koran lebih cepat. Kalau lewat pedagang eceran, kadang harganya dinaikkan beberapa kali lipat,'' kata Agus, warga Kalikotes. Memang, jalan raya di depan Kantor SM Klaten seperti pasar tiban. Banyak sekali peserta tes seleksi CPNS menunggu kedatangan SM. Semakin siang, berjumlah kian banyak. Sayang, harian yang ditunggu datang terlambat. Kesempatan itu dimanfaatkan sejumlah pedagang makanan kecil keliling untuk mencari pelanggan. Betul juga, dagangan mereka laris. Maklum, rata-rata para penunggu tersebut belum sempat sarapan. Begitu koran datang sekitar pukul 10.00, mereka langsung menyerbu berebut membeli koran untuk melihat pengumuman CPNS 2004. Tapi begitu melihat daftar CPNS yang diterima, banyak yang wajahnya berubah lesu karena namanya tak tercantum dalam daftar. ''Wah, nama saya nggak ada. Padahal saya sangat berharap bisa diterima jadi PNS. Sebelum tes dulu saya merasa sudah belajar dengan baik, tapi mungkin belum nasib saya untuk dapat pekerjaan. Moga-moga tahun depan ada seleksi lagi dan saya bisa diterima,'' kata pemuda berjaket merah yang melamar guru SMA. Namun ada juga yang bersorak gembira karena namanya tercantum dalam pengumuman. Seorang pemuda sampai memeluk ayahnya yang ikut mengantar saking gembiranya. Dia seperti tak memedulikan kerumunan orang yang sedang bersedih karena tak diterima. Nomor Besar Sementara itu, sejumlah peserta yang tidak diterima mencermati isi pengumuman. Salah satunya Santosa, warga Jogonalan. Pria tinggi besar itu heran mengapa peserta yang lolos seleksi formasi S1 hukum perdata nomor pesertanya besar-besar. ''Seingat saya, jumlah peserta tes formasi hukum perdata hanya 300-an. Tetapi dari tujuh peserta yang lolos, separonya bernomor di atas 300. Kok bisa seperti itu ya?'' kata Santosa yang mengaku kecewa karena tidak diterima. Rini, warga Jogonalan juga mengaku kecewa karena tidak diterima. Padahal dia sudah mengikuti tes CPNS lebih dari tiga kali, semuanya gagal. Tapi wanita yang juga pedagang pakaian jadi itu tidak terlalu bersedih, dia masih mempunyai usaha yang cukup maju. Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Drs Sartiyasto sudah menegaskan, tes seleksi CPNS itu adalah wewenang panitia pusat. Mulai dari seleksi berkas sampai koreksi hasil tes, semua dilakukan di pusat. Pemkab Klaten hanya selaku penyelenggara. Adapun jumlah CPNS yang diterima adalah tujuh S1 hukum perdata, 17 S1 Ekonomi, 62 tenaga kesehatan, dan 162 guru. Untuk formasi guru terdiri atas tiga guru TK, 62 guru SD, 59 guru SMP, dan 38 guru SMA. (F5-20s) |