logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 28 Desember 2004 OLAHRAGA
Line

Delapan Atlet Panahan IB Dikirim ke GP ASEAN

JAKARTA- Sebanyak delapan atlet panahan yang tergabung dalam Program Indonesia Bangkit (IB) akan mengikuti kejuaraan panahan Grand Prix ASEAN I di Yangoon, Myanmar pada 9-14 Januari mendatang. Menurut Ketua Komisi Psikologi PP Perpani, Yuanita Nasution, kemarin, seluruh pemanah yang mengikuti kejuaraan tersebut merupakan atlet-atlet yang sudah menjalani pelatnas Indonesia Bangkit sejak berakhirnya PON XVI lalu.

Kedelapan atlet tersebut masing-masing empat pemanah putra dan putri, yakni Kuswantoro, Rachmat Sulistiawan, Lockoneko, Hendro Suprianto dan Gina Rahayu Sugiharti, Suci Dwi Megasari, Rina Dewi Puspitasari serta Yasmidar Hamid.

Selain itu, para atlet yang berangkat tanggal 8 Januari itu akan disertai dua pelatih, Daniel W Lumalesil dan IG Putu Wiartha. Pada kejuaraan yang sedianya digelar tanggal 26-30 Desember namun diundur karena terlalu dekat dengan perayaan Natal itu, pelatih Daniel Lumalesil tidak menargetkan atlet-atletnya meraih medali. Dia hanya ingin ada perbaikan skor.

Pertama

''Ini try-out pertama dan target utama saya bukan medali, melainkan skor. Yang kita kejar adalah mereka bisa menjalani perlombaan dengan menggunakan teknik yang sama dengan saat berlatih. Kalau bisa mendapat skor yang baik tentu saja akan mendapat medali,'' ujar Daniel. Dia berharap, pada kejuaraan tersebut atlet-atlet binaannya setidaknya bisa mencapai atau mendekati angka sembilan. Saat ini, katanya, mereka rata-rata sudah mencapai skor antara 8,6 dan 8,7.

Selain itu, turnamen grand prix tingkat Asia Tenggara yang pertama tersebut juga akan digunakan sebagai ajang memantau kondisi fisik pemain saat menghadapi tekanan dalam pertandingan. ''Karena dalam pertandingan biasanya atlet mengalami tekanan sehingga kondisi fisiknya menurun, apakah pada kondisi fisik seperti itu teknik dalam latihannya bisa keluar atau tidak,'' jelasnya.

Di samping itu, memantau kekuatan lawan yang akan dihadapi di SEA Games Manila 2005 menjadi alasan lain yang dianggap penting oleh Daniel. Saat ini negara-negara yang dianggap saingan berat pada cabang panahan adalah Malaysia, Filipina dan Myanmar. (ant-77)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA