logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 28 Desember 2004 OLAHRAGA
Line

Pemain Persipur Minta Digelar Selamatan

GROBOGAN-Dua pemain asal Deltras Sidoarjo mengikuti latihan Persipur Purwodadi, kemarin. Mereka adalah pemain tengah Mursyid Mone dan stoper Yohana.

Pada latihan itu, ada dua pemain yang absen, yaitu Andrian Wijaya dan Denimar Carlos. Menurut keterangan, Andrian masih berada di Jakarta sejak liburan Natal, sedangkan Denimar berada di Banjarmasin untuk menyelesaikan urusan dengan klub lamanya, Barito Putra.

Sebelumnya, tiga pemain absen mengikuti latihan lantaran cedera. Pemain tengah Yoyon dinilai mengalami cedera yang paling parah dibanding dua rekannya, Feri Setiawan dan Burhanudin.

Dia harus menjalani operasi bahu kanan, karena terjatuh dalam latihan beberapa waktu lalu. ''Kini kondisinya sudah cukup baik, namun masih membutuhkan istirahat,'' kata Humas Dani Agus.

Feri dan Burhanudin dinilai tidak terlalu parah. Bahkan diperkirakan mereka sudah bisa ikut latihan lagi di Stadion Krida Bhakti Simpanglima, Purwodadi.

Pada suatu latihan, Feri mengalami cedera dibagian engkel kaki kirinya. Sedangkan Burhanudin mengalami cedera di bagian bahu kanan. ''Karena ada beberapa pemain yang cedera saat latihan, anak-anak meminta agar digelar acara selamatan di mes Persipur,'' kata Hanafi.

Dalam game, Pelatih Hanafi yang menangani tim hijau beradu strategi dengan asistennya Agus Supriyanto, yang menangani tim oranye.

Perbaikan Tribune

Manajer Johny Supriyadi mengungkapkan, rencananya dalam waktu dekat tribune Stadion Krida Bhakti akan diperbaiki. ''Dengan demikian, Kabupaten Grobogan itu tidak hanya dikenal sebagai daerah yang minus, melainkan juga dikenal lewat sepak bolanya yang bagus,'' katanya.

Ditanya soal kesiapan para pemainnya, pengusaha beras terbesar di Grobogan itu mengatakan, timnya sudah siap. Meski demikian, dalam waktu dekat pihaknya akan segera menggelar uji coba dengan beberapa kesebelasan di Jateng.

''Kami juga akan menggelar uji coba dengan beberapa kesebelasan di Jawa Timur. Uji coba diperlukan untuk mengetahui mental anak-anak menghadapi suporter lawan yang begitu banyak,'' katanya.

Lewat Persipur, dia berharap masyarakat Grobogan mempunyai paradigma bahwa profesi olahragawan bisa jadi gantungan hidup. Selama ini, lanjutnya, sebagian masyarakat di pedesaan belum mempunyai pemikiran itu. (H3-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA