logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 28 Desember 2004 OLAHRAGA
Line

Maldini cs Lolos dari Badai Tsunami

MILAN - Kapten tim AC Milan, Paolo Maldini terpaksa memperpendek masa liburan akhir tahunnya di Male, ibukota Maladewa, akibat gempa dahsyat yang mengakibatkan gelombang air laut pasang (tsunami) yang melanda negara itu dan negara-negara Asia Selatan lainnya. Maldini bersama keluarganya, kemarin langsung kembali ke Milan.

Di samping Maldini, beberapa rekannya juga berlibur ke negara kecil yang terletak di Samudra Hindia itu. Mereka antara lain Alessandro Nesta dan Filippo Inzaghi. Pemain lain yang juga memilih Maladewa sebagai tempat berlibur adalah Marco Materazzi (Inter Milan), Gianluca Zambrotta (Juventus) dan Cristiano Lucarelli (Livorno).

Akibat gempa berkekuatan 8,6 skala Richter yang berpusat di dekat Pulau Sumatera, Indonesia itu --yang menimbulkan munculnya gelombang dahsyat di pesisir Asia Selatan termasuk Maladewa-- membuat Maldini dkk ketakutan. Mereka pun memilih kembali ke negaranya. Para pemain kelas satu dunia itu berbondong-bondong menuju Bandara Male. Nesta, menurut situs La Gazzetta, bahkan paling awal meninggalkan negara tersebut. Maldini yang lebih tenang dari Nesta masih sempat mengirim berita kepada ayahnya, Cesare, lewat SMS.

''Semuanya oke. Saya segera pulang dan kini sedang menuju bandara,'' isi SMS Maldini.

Sementara Lucarelli yang bersama keluarganya berlibur di Desa Valtur Khaad, mengaku melihat betapa dahsyat gelombang tsunami. ''Kami melihat gelombang ombak yang aneh. Tingginya mencapai sekitar dua meter. Saya berlari dan melindungi anak-anak,'' kata penyerang Juve berusia 29 tahun itu.

Kondisi itu tentu membuat masa istirahat mereka terganggu. Namun tampaknya tak terlalu mengganggu persiapan mereka untuk menyongsong lanjutan kompetisi Seri A Liga Italia yang akan dimulai lagi pada 6 Januari mendatang.

Lucarelli juga sudah berkomunikasi dengan saudara kandungnya yang juga bermain untuk Livorno, Alessandro.

Alessandro mengatakan kepada situs Gazzetta bahwa saudaranya itu sempat tergopoh-gopoh memindahkan anaknya dan berlari menyelamatkan diri sewaktu meilhat gelombang pasang mendekati daratan.

''Mereka selamat. Tapi situasinya sangat menegangkan. Cristiano mengatakan bahwa banjir besar melanda negara itu dan mungkin banyak korban jiwa,'' kata Alessandro.

Lucarelli, yang musim ini sudah mengemas 10 gol untuk Livorno, dikabarkan tengah berusaha mencari pesawat carteran yang bisa membawa pulang mereka secepatnya.

Adapun Pippo Inzaghi telah memberitahu direksi Milan bahwa dia sempat ketakutan melihat bencana alam tersebut, tapi sekarang sedang menunggu penerbangan pulang bersama sekitar 300 orang lain di lobi hotel.

Gempa Aceh menjadi mimpi buruk dunia akhir tahun ini, dan diyakini merupakan bencapa paling dahsyat abad ini dengan korban mencapai sekitar 22.000 orang di negara-negara Asia Selatan, dengan Sri Lanka dan Indonesia menjadi negara paling menderita.

Selain Sri Lanka dan Indonesia, korban dalam jumlah besar juga terjadi di India dan Thailand. (rtr,F3,ant-77)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA