logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 28 Desember 2004 MURIA
Line

Kapolres Bongkar Judi Togel Singapura

BLORA - Kapolres Blora, AKBP Drs Zainal Arifin Paliwang bersama sejumlah anak buahnya, Minggu (26/12) membongkar jaringan judi toto gelap (togel) yang menginduk ke undian Singapura.

Seorang pengepul beserta empat pengecernya ditangkap, termasuk seorang oknum polisi di salah satu Polsek di Blora yang diduga sebagai bandarnya. Mereka saat ini ditahan di Mapolres.

''Pokoknya tidak ada lagi perjudian di Blora. Saya tidak ada toleransi lagi. Untuk yang tertangkap akan kami proses sesuai dengan hukum yang berlaku. Semua tersangka, berikut barang bukti, kini kami tahan di Mapolres,'' tandas Kapolres Zainal.

Oknum polisi yang diduga sebagai bandar, lanjut Paliwang, saat ini sedang diperiksa intensif; dan kalau memang terbukti, pihaknya akan menindak sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Menurutnya, dalam waktu bersamaan pihaknya juga menangkap salah seorang tersangka judi togel yang menginduk judi bola dunia. ''Semuanya masih dalam penyidikan,'' tandasnya.

Tersangka judi togel Singapura yang ditangkap adalah Sy (pengepul), dan dua orang pengecer, yakni Rb dan Mm. Barang bukti yang disita, berupa uang tunai ratusan ribu rupiah, buku rekap, ramalan, dan bolpoin.

Sementara itu tersangka judi togel yang menginduk perjudian bola dunia, adalah Lg, warga Ngelo, Cepu. Dari tersangka itu, polisi juga menyita sejumlah barang bukti.

Heran

Kapolres Zainal kemarin menyempatkan wawancara langsung dengan tersangka Sy.

Dia menyatakan heran, kok berani-beraninya melakukan judi togel, sementara Kapolda Jateng jelas-jelas menyatakan larangan keras terhadap segala jenis perjudian di Jawa Tengah.

''Kamu kok berani-beraninya. Padahal jelas Kapolda melarang ? Apa kamu menantang Kapolda ya?'' tanya Kapolres.

Sy menjelaskan, dia terpaksa menjadi pengepul semata-mata untuk menenuhi kebutuhan keluarga. Kepada Kapolres dia menjelaskan, setiap hari ia mendapat gaji dari bandar yang belakangan disebut-sebut sebagai oknum polisi sebesar Rp 25.000. Sementara itu untuk empat pengecernya, sistem gajinya adalah persenan (komisi).

''Kalau saya digaji setiap hari Rp 25.000; sedangkan pengecer saya gajiannya dengan sistem persenan,'' jelas Sy.

Dia mengaku, praktik judi togel telah dilakoninya sejak Lebaran lalu. Untuk setoran, paling minim satu hari bisa Rp 500.000, dan kebanyakan bisa setor Rp 800.000.

''Paling sepi, saya bisa setor Rp 500.000 setiap harinya,'' tambah Sy. (ud-90a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA