| Selasa, 28 Desember 2004 | MURIA |
Fosil Kerbau Purbakala Ditemukan di MendenrejoBLORA - Di sekitar Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan tampaknya tidak pernah sepi dengan adanya fosil binatang purbakala. Untuk kali kesekian di Dukuh Kuwung, desa tersebut ditemukan sebuah fosil kepala kerbau purbakala lengkap dengan dua tanduknya. Ketua Yayasan Mahameru Blora Gatot Pranoto BE meyakini, usia fosil itu sudah jutaan tahun. Kali ini juga agak lain dari temuan-temuan sebelumnya yang selalu tidak utuh. Barang yang ditemukan pada Sabtu (25/12) lalu itu memang spesial, selain berbentuk kepala kerbau utuh dengan dua tanduknya, ukurannya juga terbilang raksasa. Margono, salah seorang pengurus Yayasan Mahameru mengemukakan, antara tanduk yang satu ke tanduk lain jika dibentangkan jaraknya 2,4 meter. ''Saat ini benda bersejarah itu berada di Rumah Sejarah II milik Mahameru yang terletak di Jalan A Yani Blora,'' ujarnya. Margono mengemukakan, benda itu diketemukan dengan tidak sengaja, yakni seorang warga Kuwung yang waktu itu tengah menggali tanah untuk keperluan pengurukan rumahnya, tiba-tiba cangkulnya menyentuh benda keras seperti batu. Setelah digali, ternyata benda itu fosil. Kabar tersebut segera disampaikan kepada Yayasan Mahameru, Gatot dan sejumlah anggotanya segera menuju ke lokasi untuk membuktikan kabar yang disampaikan warga Kuwung. ''Sesampai di lokasi, ternyata benda yang diinformasikan warga itu sangat spesial. Hingga akhirnya melalui rembukan, warga yang menemukan memperbolehkan barang temuannya untuk dibawa ke Blora,'' ungkap Margono. Banyak Temuan Dengan demikian, sejumlah fosil binatang purba sudah banyak ditemukan di sekitar Desa Mendenrejo. Sebelumnya juga pernah dijumpai fosil kerbau purba yang diperkirakan sudah berusia 1 juta - 2 juta tahun. Beberapa saat kemudian, tim Yayasan Mahameru Blora dapat menemukan fosil binatang purba jenis pemakan daging yang diperkirakan juga berusia jutaan tahun. Yakni berupa 30 lebih patahan tulang dan sementara disimpulan fosil tulang itu adalah binatang purba pemakan daging tapi tidak dari jenis yang besar. Secara lisan, barang-barang purbakala itu telah dilaporkan ke Dinas Pariwisata Blora. Barang-barang itu untuk sementara disimpan di Kantor II Rumah Sejarah Blora Jalan A Yani. Prediksi daerah di sepanjang bantaran Bengawan Solo seperti Cepu kaya akan benda purbakala, ternyata tidak melenceng. Ini anugerah bagi Yayasan Mahameru. Pasalnya, kini yayasan yang diprakarsai oleh tokoh muda Blora itu kini memiliki banyak koleksi benda bersejarah, yaitu fosil, keramik, dan sejumlah benda sejarah lainnya.(ud-90j) |