logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 28 Desember 2004 MURIA
Line

Kekeringan Masih Landa Rembang

REMBANG - Meski pada akhir 2004 sudah beberapa kali turun hujan, kekeringan masih melanda daerah Rembang. Banyak petani yang belum berani mulai menanam padi karena sawahnya masih kering.

Petani yang belum berani melakukan tanam padi itu pada umumnya adalah pemilik sawah tadah hujan. Karena itu, hidup mereka sangat bergantung pada alam. Artinya, mereka bisa tanam bila curah hujannya tinggi.

Tanda-tanda masih langkanya air juga terlihat dari aktivitas warga pedesaan, terutama yang jauh dari mata air seperti yang terjadi di daerah Sarang. Hampir setiap hari terlihat sekelompok orang yang mencari air di sumur yang hampir mengering.

Tak cuma itu, sebagian besar tanaman turus jalan masih kelihatan meranggas karena daunnya rontok. Air hujan yang mengguyur daerah Rembang belum mampu mencukupi kebutuhan masyarakat atau menyuburkan tanaman.

Tak Jadi Hujan

''Sepertinya hujan sulit turun. Setiap kali mendung, tak jadi turun hujan. Begitu seterusnya,'' ujar Mbah Joyo Kardi di sawahnya.

Beban berat yang dihadapi para petani tadah hujan kian bertambah. Mereka bukan hanya kesulitan mencari air bersih atau air untuk mengairi sawah, melainkan juga kesulitan mendapatkan penghasilan.

Asisten II Supradja SH mengakui bahwa curah hujan di daerahnya masih rendah sehingga masih banyak petani, khususnya petani tadah hujan, yang belum berani memulai tanam padi.

''Untuk meringankan beban warga, Pemkab telah memberikan bantuan pangan kepada warga miskin, baik berupa bantuan beras gratis maupun penjualan beras murah melalui program beras untuk keluarga miskin (raskin),'' katanya.

Untuk penanganan jangka panjang telah diusulkan pembangunan sejumlah embung raksasa. ''Sekarang ini Pemkab tengah membangun Embung Grawan,'' katanya. (jl-90n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA