logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 28 Desember 2004 MURIA
Line

Poldes Bukan Saingan Babinkamtibmas

KUDUS - Optimalisasi pengamanan suatu wilayah dapat tercapai, salah satunya jika aparat keamanan terjun langsung dalam kehidupan masyarakat dan membina ketertiban. Gagasan pembentukan polisi desa (poldes) yang dapat membaur sampai tingkat RT/RW merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan kondisi tersebut.

Kapolsek Jati AKP Sulasno mengemukakan hal itu kemarin terkait dengan pengoperasionalan sistem poldes di wilayah hukumnya. Dia mengemukakan, sejauh ini telah ada Bintara Pembina Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas) yang memantau sekaligus memberikan pembinaan keamanan pada masyarakat. Namun, ujar Sulasno, beban wilayah yang harus dipantau oleh seorang Babinkabtibmas yang meliputi tiga desa seringkali membuat pembinaan keamanan tersebut terasa belum optimal. Beban tugas seorang poldes, untuk satu desa bisa ditangani oleh satu atau dua anggota Polsek.

''Jadi, pelaksanaan poldes di Polsek Jati bukan saingan Babinkamtibmas, justru merupakan pendukungnya,'' tandasnya.

Untuk operasional kerjanya, ke-39 anggota Polsek Jati melaksanakan perannya sebagai poldes seusai tugas rutinnya. Karena cakupan wilayah binaannya lebih kecil dibandingkan Babinkamtibmas, data yang berhubungan dengan informasi geografi, demografi, sumber daya alam, ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, dan keamanan juga lebih lengkap.

Ketika diminta komentarnya tentang apa yang dilakukan Polsek Jati tersebut, Kapolres Kudus AKBP Drs Bimo Anggoro Seno mengemukakan, sebenarnya secara umum hal itu telah dilakukan di seluruh wilayah hukum Polres. Hanya karena keterbatasan personel, hal itu tidak secara menyeluruh dapat diberdayakan. Dia juga menekankan, agar poldes dalam pelaksanaan tugasnya dapat saling bekerja sama dengan Babinkamtibnas. Terkait dengan hasil yang telah dicapai dari pembentukan poldes di wilayahnya, Kapolsek Jati menyebutkan, untuk tiga bulan pertama (November-Desember 2004), pihaknya masih dalam tahap pengumpulan segala sumber data dalam masyarakat.

''Sampai saat ini kami masih menginventarisasi data kerawanan yang kemungkinan suatu saat nanti dapat dimanfaatkan untuk mengantisipasi dan mencegah adanya gangguan keamanan,'' imbuh Sulasno.(ton-90j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA