| Selasa, 28 Desember 2004 | MURIA |
Memerinci Sengkala dari Dua Menjadi 30SELAMA ini telah dikenal dua jenis kesialan hidup, yaitu sengkala dan sukerta. Sukerta yang kita ketahui, seperti sendang kapit pancuran dan ontang-anting, sedangkan sengkala yang banyak menjadi pegangan kalangan spiritualis penyembuh/paranormal berjumlah 30 macam. Namun, siapakah sebenarnya pembuat nama-nama sengkala itu? Sengkala yang asli menurut Primbon Jawa hanya ada dua jenis, yaitu Bahulaweyan dan Kebokemali. Bahulaweyan yang menimpa seseorang akan mengakibatkan pasangan hidupnya selalu mati. Sementara itu, Kebokemali membuat seseorang sulit memperoleh jodoh. Adalah Bos Edi, Ketua Paguyuban Paranormal Indonesia yang pertama kali mengembangkan nama sengkala menjadi 30 macam seperti yang dikenal saat ini. Dalam mengembangkan ragam jenis sengkala, paranormal kondang asal Pati itu tidak hanya menciptakan nama namun juga membuat metode ruwatan. Ragam nama sengkala berikut metode ruwatan itulah yang kini banyak ditiru paranormal lain sebagaimana diakui penulis buku-buku supranatural asal Pati, Masruri (40). ''Bos Edi ingin mendefinisikan kondisi seseorang menurut nasib yang menimpanya,'' ujar dia. Ceritanya berawal sekitar pertengahan 1999 ketika Masruri bersama beberapa pimpinan tabloid supranatural terkemuka Surabaya sedang mengadakan pertemuan dengan Bos Edi di Hotel Pati. Menurut rencana, mereka menggelar ruwatan massal di Surabaya. Dalam pertemuan itu, muncul usulan membagi permasalahan pasien menurut kasus yang mereka hadapi. Ide itu ternyata mendapat sambutan Bos Edi. ''Ya sudah gampang itu, sebentar lagi saya sudah tahu nama-namanya,'' ujar Bos Edi. Untuk merumuskan ragam nama sengkala itu, dia meminta waktu tiga hari melakukan ritual untuk mencari wangsit. Banyak hal gaib terjadi selama prosesi ritual. Ritual yang lokasinya dirahasiakan itu memang diakui sebagai laku terberat yang pernah dilakukan paranormal bertubuh tambun tersebut. Tidak tanggung-tanggung, sederet paranormal papan atas dari Paguyuban Paranormal Indonesia (PPI) turut mendampinginya, seperti Mbah Roso (Pangeran Pengasih), Bambang Asma, David Gombak, Dirgo Woro, Anisa Dewi, dan Sapto Digdoyo. Saat ritual berakhir, sesepuh paranormal itu memperoleh 28 nama jenis sengkala. Ditambah dua nama jenis yang sudah ada, lengkaplah ragam jenis sengkala menjadi 30 macam. ''Nama-nama itulah yang kini dikenal luas dan dipakai kalangan paranormal,'' tutur Masruri. Tidak Berubah Meski telah didaulat menjadi paranormal nomor satu, ternyata Bos Edi tidak banyak berubah. Jiwa sosialnya masih tetap tinggi. Sikap breh weh (suka menolong sesama) tidak hanya diberikan pada orang-orang di sekelilingnya, tapi juga masyarakat kecil yang membutuhkan bantuan. Kekayaannya yang berlimpah nyaris tidak dia nikmati. Bahkan untuk sekadar makan sehari-hari, dia cukup duduk di warung kaki lima depan rumahnya yang bersebelahan dengan Terminal Sleko Pati.(Djito Pati-90j) |