logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 28 Desember 2004 MURIA
Line

Puluhan Hektare Sawah Terkena Banjir

  • Pintu Air SWD II Rusak

JEPARA - Puluhan hektare sawah di Desa Batukali, Kecamatan Kalinyamatan sudah tiga hari ini terendam. Tanaman padi yang baru berumur kurang dari sebulan tertutup air luapan sungai SWD II yang tergenang di tengah-tengah areal persawahan desa tersebut dan desa lain di sekitarnya.

Banjir terjadi sejak Jumat (24/12), setelah hujan deras dalam beberapa hari terakhir di Jepara. Hingga kemarin, air masih menutupi sebagian areal pertanian, terutama di Desa Batukali. Namun, di sawah Desa Gerdu Kecamatan Pecangaan air mulai surut dan tanaman padinya mulai terlihat.

Sawah yang tenggelam itu berada persis di samping utara tanggul yang memanjang dari timur ke barat. Sementara itu, sawah yang berada dekat dengan perkampungan selamat dari banjir.

Sampai saat ini belum diketahui secara pasti, apakah tanaman-tanaman tersebut mati atau tidak, terutama di sawah-sawah yang ada di Desa Gerdu. Namun, di persawahan Desa Batukali, tanaman padi bisa dipastikan mati jika air tidak cepat surut. Sebab, akar padi masih lemah karena tanaman masih muda, bahkan ada yang baru ditanam beberapa hari. Berdasarkan pantauan di lapangan, tanaman padi yang baru ditanam tersebut sedikit banyak mulai tercerabut dari akarnya, sedangkan tanaman padi yang umurnya lebih dari tiga minggu mulai layu.

Petinggi Desa Batukali Sukarto menjelaskan luapan air sebagian berasal dari sungai yang menghubungkan desa ini dengan Desa Krasak, Kecamatan Pecangaan. Sungai dengan lebar sekitar 6 meter dan melintasi tengah perkampungan sampai ke areal pertanian tersebut, tidak mampu menampung debit air. Akibatnya, sawah yang kondisi geografisnya memang cekung itu tergenang.

Selain itu, lanjut dia, luapan air juga datang dari sungai SWD II melalui dua pintu air yang telah rusak. ''Di desa kami terdapat tujuh pintu air di sungai tersebut. Pintu air yang diperbaiki pemerintah masih normal, sedangkan dua pintu air yang diperbaiki dengan swadaya desa telah rusak. Volume air sungai yang terus naik menyebabkan air menerabas lewat dua pintu yang rusak tersebut,'' jelasnya.

Meski di desa yang memiliki areal hampir 300 hektare ini menjadi langganan banjir, ia berharap pintu air yang rusak itu bisa diperbaiki. Ia sendiri belum melaporkan masalah tersebut kepada pihak yang berwenang.

Kepala Badan Kesbanglinsos Drs Poniman saat dihubungi sama sekali belum menerima laporan mengenai banjir tersebut. Namun secara umum, persiapan antisipasi terhadap penanggulangan banjir di Jepara mulai disiapkan. Curah hujan yang tinggi pada beberapa hari terakhir ini membuat unit penanganan bahaya banjir dibawah koordinasi Kesbanglinsos telah siaga dengan berbagai peralatan. "Sak pasir untuk tanggul termasuk pengaman yang lain telah dikirim ke kecamatan-kecamatan. Mudah-mudahan kami tidak terlambat mengatasinya,'' ujarnya.

Saat dihubungi secara terpisah, Kabid Pengairan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Ngarji ST mengatakan akan segera meninjau dua pintu air yang rusak tersebut. ''Desa Batukali memang rutin kebanjiran, tapi soal dua pintu air nanti akan segera kami cek untuk bisa diperbaiki, sehingga banjir tidak bertampah parah,'' katanya. (mds-90m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA