logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 28 Desember 2004 SEMARANG
Line

Hukum Dua Siswa, Guru Dilaporkan

WELERI-Gara-gara menghukum dua siswanya, seorang guru SMA 1 Weleri, Kendal dilaporkan ke polisi. Hukuman diberikan oleh sang guru karena kedua siswa kelas II-C itu, Ardian Dani Irawan (16) dan Bagus Efendi (16), terlambat masuk sekolah, pekan lalu.

Hukuman berupa pukulan tangkai sapu ke kaki. Keduanya masing-masing mendapat dua pukulan.

Pada hari itu, keduanya juga tidak diizinkan mengikuti pelajaran dan dimasukkan ke ruang bimbingan konseling (BK) sejak mereka datang di sekolah sekitar pukul 08.15 hingga pukul 13.30.

Tindakan itu mendorong keluarga Ardian Dani melapor ke Polsek Weleri. "Saya terlambat di sekolah karena sepeda motor saya ban belakangnya kempis di tengah perjalanan. Saya terpaksa kembali ke rumah untuk ganti motor. Saya baru tiba di sekolah pukul 08.15," kata Ardian Dani di rumahnya, Desa Gondang, Cepiring.

Tiba di sekolah, lanjut dia, dirinya meminta ijin kepada guru piket. "Guru piket, Pak Joko, mengizinkan saya mengikuti pelajaran. Lembar surat izin dari Pak Joko saya berikan kepada guru kesiswaan, Pak Kasiyanto. Namun karena surat izin itu belum ditandatangani Pak Joko, Pak Kasiyanto tidak percaya terhadap surat itu. Pak Kasiyanto kemudian menghukum saya dengan memukulkan tangkai sapu ke betis dan paha kaki kiri saya."

Demi Kebaikan

Didampingi ayahnya, Wahyudi, Dani mengatakan, beberapa saat berada di ruang BK, teman sekelasnya Bagus Efendi yang juga terlambat dipanggil ke tempat itu. "Bagus juga dihukum dengan dipukul menggunakan gagang sapu. Namun dia menangkis. Masalah ini sudah dilaporkan keluarga saya ke Polsek Weleri agar diproses secara hukum."

Secara terpisah, Kasiyanto yang juga mengajar Agama Islam di sekolah itu mengatakan, hukuman terhadap kedua siswa tersebut semata-mata demi kebaikan mereka. "Mereka memiliki catatan pelanggaran kedisiplinan cukup mencolok. Dalam satu semester, Ardian Dani tercatat terlambat masuk sekolah 14 kali dan lima kali tidak masuk sekolah tanpa keterangan. Adapun Bagus Efendi 15 kali terlambat datang dan lima kali membolos. Wali kelas kedua murid itu sudah angkat tangan."

Jika akhirnya masalah itu kemudian dibawa ke polisi, dia menyatakan siap memberikan keterangan. "Jika nanti harus dihukum akibat perbuatan ini, saya akan menjalaninya dengan pasrah. Sebelum memberikan hukuman, saya memberikan pilihan, lari lapangan tiga kali, menulis ayat Alquran, atau dipukul pakai gagang sapu," kata Kasiyanto.(G15-89)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA