logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 28 Desember 2004 SEMARANG
Line

Pemerintah Sering Rugikan Sekolah Swasta

SEMARANG- Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jateng mengharapkan, pemerintah tidak memandang sebelah mata pada pengembangan sekolah swasta.

Sebab, sekolah swasta, termasuk yang dikelola Majelis Dikdasmen Muhammadiyah, memiliki kontribusi yang sama besar dengan sekolah-sekolah negeri.

''Memang benar telah banyak bantuan yang dikucurkan untuk kemajuan pendidikan. Namun, di sisi lain, pemerintah kerap membuat kebijakan yang tidak menguntungkan sekolah swasta,'' kata Drs Masrukhi MPd, anggota Majelis Dikdasmen PWM Jateng, seusai mengikuti raker organisasi tersebut di Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Srondol, Minggu (26/12).

Raker tersebut diikuti oleh para pimpinan Majelis Dikdasmen dari 35 pimpinan daerah Muhammadiyah (PDM) se-Jateng. Raker tersebut bertujuan menyamakan persepsi serta meningkatkan profesionalisme pengelolaan sekolah-sekolah Muhammadiyah. Rencananya, raker akan ditindaklanjuti dengan kegiatan serupa untuk para kepala sekolah di lingkungan organisasi itu.

Berkait dengan kebijakan yang tidak menguntungkan sekolah swasta, Masrukhi mencontohkan, dalam kebijakan pendirian unit sekolah baru (USB), pemerintah acap membangun pada tempat yang berdekatan dengan sekolah swasta. Akibatnya, secara drastis sekolah swasta akan kekurangan calon siswa, menyusul pengoperasian sekolah negeri baru itu. Kalau itu terjadi, bukan tidak mungkin sekolah swasta di tempat itu pun akan gulung tikar.

''Begitu juga dalam penerimaan siswa baru (PSB). Muhammadiyah menyoroti banyak sekolah negeri yang menerima siswa baru melebihi daya tampung yang seharusnya. Akibatnya, sekolah swasta tidak kebagian murid,'' ujar dia, yang juga Pembantu Dekan I Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Unnes.

Saat ini Muhammadiyah mengelola 1.040 sekolah di Jateng, mulai jenjang SD hingga SMA. Menurut Masrukhi, lebih dari 30% sekolah Muhammadiyah itu memiliki fasilitas yang kurang memadai Sekolah itu sebagian besar melayani masyarakat menengah ke bawah.

Penguatan Sekolah

Sementara itu, Kabid Dikmen Dinas P & K Jateng Drs Nurhadi Armiyanto MPd hadir dalam raker tersebut menyampaikan perlunya penguatan school based management pada tiap sekolah, termasuk sekolah Muhammadiyah. Termasuk, perlu dilakukan perubahan kultur sekolah sehingga menjadi proaktif, kreatif, dan inovatif di bawah kepemimpinan kepala sekolah.

Mengaca pada pengalaman berbagai negara, Nurhadi mengatakan, penerapan desentralisasi tidak memberikan jaminan pada peningkatan mutu, efisiensi, optimalisasi pendidikan, dan menjembatani kesenjangan. (amp-84i)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA