logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 28 Desember 2004 SEMARANG
Line

Pemanfaatan Jembatan Antarmal Harus Perhatikan Estetika

SEMARANG- Jembatan antarmal bisa digunakan sebagai titik reklame, asalkan tetap memperhatikan estetika. Jika keberadaan reklame tersebut akan memperburuk pemandangan, sebaiknya gagasan itu tak dilaksanakan.

Manager Mal Ciputra Mohammad Verga, Senin (27/12) mengemukakan, memang pernah ada gagasan untuk memanfaatkan bagian luar jembatan antarmal itu sebagai titik reklame. Hal itu juga akan memberikan keuntungan bagi pengelola maupun Pemkot.

Namun begitu, menurut dia harus ada pertimbangan soal estetika. Walaupun menguntungkan, tetapi jika membuat pemandangan jadi buruk sebaiknya tidak dilakukan.

Beberapa reklame yang dipasang di Mal Ciputra juga sudah dicopot. ''Walaupun kami kehilangan pendapatan lebih dari seratus juta rupiah, namun kami tetap mengutamakan estetika,'' ujarnya.

Tanpa adanya reklame pun, keberadaan jembatan antarmal itu sudah memberikan berbagai keuntungan.

Salah satu contoh yang disebutkannya adalah peningkatan hubungan antarmal. Jalan akses seolah-olah mengurangi batas fisik yang selama ini ada.

Selama ini orang dari Mal Ciputra ke Plasa Simpanglima harus naik turun gedung. Dengan adanya jembatan itu, perjalanan antarmal akan menjadi lebih mudah dilakukan.

Keberadaan jembatan yang merupakan fasilitas publik tersebut juga akan memberikan kenyamanan bagi pengunjung. Dengan begitu diharapkan, nantinya warga Kota Semarang akan lebih suka berbelanja di kawasan Simpanglima.

''Idealnya setiap mal di kawasan itu memang dihubungkan jalan akses serupa. Kalau jembatan ini terealisasi, saya berharap bisa menjadi semacam percontohan bagi bangunan-bangunan lain.''

Menurutnya, jalan akses semacam itu bukan merupakan sesuatu yang baru. Gedung yang dihubungkan juga bukan hanya mal, tetapi juga apartemen. Dengan begitu hubungan sosial antarapartemen juga tetap bisa mudah terjalin.

Untuk diketahui, jembatan antargedung sebenarnya sudah ada di Semarang sejak lama. Salah satu contoh yang masih bisa dilihat saat ini adalah Pasar Johar. Jembatan itu menghubungkan pasar itu dengan Pasar Yaik. Selain Pasar Johar, jembatan serupa juga menghubungkan Pasar Bulu dan Pasar Bulu Inpres. (G6-84)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA