logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 28 Desember 2004 KEDU & DIY
Line

Tarif PDAM Semua Golongan Naik

  • Pelanggan Keberatan

KEBUMEN - PDAM Kebumen mulai awal 2005 akan menaikkan tarif untuk semua golongan rata-rata Rp 1.287/m3 menjadi Rp 1.832/m3. Tarif rumah tangga A yang semula Rp 600/m3 akan naik menjadi Rp 850/m3.

Menurut keterangan Plt Direktur Utama PDAM Kebumen Atjim Subianto BE didampingi Plt Direktur Teknik Muh Sapto BE dan Suparno SE kemarin, rencana kenaikan tarif itu telah diajukan ke DPRD. Dewan meminta agar hal itu disosialisasikan dulu kepada para pelanggan.

Atjim mengatakan, seiring dengan meningkatnya biaya produksi dan operasional, PDAM membutuhkan dukungan biaya agar pelayanan kepada pelanggan bisa meningkat dan berkesinambungan. Padahal sampai saat ini PDAM Kebumen masih merugi sekitar Rp 116 juta tiap bulan.

Dia menjelaskan, pendapatan rekening air tiap bulan Rp 366.764.110, sedangkan biaya produksi dan operasional bulanan mencapai Rp 483.273.700. ''Dengan perhitungan itu defisit yang harus ditanggung PDAM mencapai Rp 408,84 m3 air yang dipakai pelanggan,'' ujarnya dalam acara temu pelanggan.

Dalam usulan yang diajukan PDAM, tarif sosial yang semula Rp 500/m3 (sampai 30 m3), kini menjadi Rp 650/m3. Tarif sosial khusus yang semula Rp 500/m3 akan naik menjadi Rp 675/m3. Secara progresif tarif itu terus naik untuk pemakaian kelipatan 10 m3 bagi semua golongan.

Tarif rumah tangga A yang semula Rp 600/m3 naik menjadi Rp 850/m3, sedangkan tarif rumah tangga B naik dari 750/m3 menjadi Rp 1.100/m3. Golongan niaga kecil yang semula Rp 1.650/m3 naik menjadi Rp 1.925/m3, niaga besar dari Rp 1.750/m3 menjadi Rp 2.525/m3.

Untuk tarif industri kecil yang semula Rp 1.950/m3 menjadi Rp 2.725/m3 dan industri besar dari Rp 2.100/m3 naik menjadi Rp 3.250/m3.

Keberatan

Sejumlah pelanggan mengaku keberatan dengan rencana kenaikan tarif tersebut. Drs Agus Khanif dari Sokka Pejagoan mengatakan, di mana-mana perusahaan daerah selalu merugi. Namun bila kerugian ditanggung pelanggan itu tidak adil. Ia mengusulkan agar penanganan PDAM dilakukan secara profesional dan ada peningkatan kinerja.

Agus juga menilai kenaikan tersebut tidak tepat waktu. Sebab, saat ini konsumen sudah dihadapkan pada kenaikan barang kebutuhan pokok dan harga elpiji. Belum lagi harga BBM yang akan naik sehingga makin memberatkan masyarakat.

Ahmad Sobirin dari Kemitir tidak setuju jika kenaikan tarif dilakukan setahun dua kali. Dia meminta PDAM mengkaji ulang kenaikan tersebut. Dia juga mendesak PDAM untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Apalagi tarif saat ini pun baru berlaku satu tahun.

Menanggapi keluhan dan masukan beberapa pelangan itu Atjim merespons positif. Pihaknya akan berkonsultasi dengan DPRD soal kenaikan tarif tersebut.

Namun ia menegaskan, kenaikan tersebut juga demi peningkatan mutu pelayanan dan kesinambungan pasokan air bagi semua pelanggan. (B3-80n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA