| Selasa, 28 Desember 2004 | INTERNASIONAL |
Sri Lanka Tak Siap Hadapi Bencana BesarKOLOMBO - Presiden Sri Lanka Chandrika Kamaratunga menyatakan pemerintahnya tidak siap menghadapi bencana alam besar tsunami yang menewaskan sedikitnya 4.500 rakyat negara itu. ''Kami tidak siap dengan bencana sebesar ini,'' kata Kamaratunga, dalam pernyataan lewat jaringan televisi berita internasional CNN, Senin kemarin. Dia sedang berada di London, menikmati masa liburnya, ketika bencana itu terjadi. Dia segera pulang. Sebelumnya, baik pemerintah maupun kelompok pemberontak Macan Tamil menyampaikan seruan kepada dunia internasional agar memberikan bantuan. Bencana itu juga menghantam basis organisasi pemberontak Macan Pembebasan Tamil Eelam (LTTE). Sedikitnya 800 jenazah ditemukan di sekitar basis kelompok itu. Bantuan internasional pertama ditawarkan oleh Rusia, dengan pengiriman bahan-bahan bantuan yang diangkut dua pesawat transpor IL-76 dari pangkalan udara Ramenskoye di Moskwa, Senin kemarin. Dalam bencana tsunami di Sri Lanka, 70 wisatawan asing - termasuk sedikitnya sembilan warga Jepang - tewas. Seorang wartawan Reuters yang mengunjungi kamar mayat utama RSm Kolombo melihat sembilan mayat turis asing, termasuk seorang anak kecil. ''Kami membawanya dengan pesawat, Minggu lalu, dan kami sedang mengambil sidik jarinya saat ini," kata Direktur Jenderal Badan Pariwisata Srilanka S Kalaiselvam. Dia mengatakan kebanyakan para wisatawan tewas di pulau wilayah timur. Kerusakan sambungan telepon membuat para pejabat sulit untuk melakukan hubungan ke hotel-hotel. (ant-30) |