logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 28 Desember 2004 INTERNASIONAL
Line

Partai Utama Suni Boikot Pemilu Irak

BAGDAD - Pemilu Irak pada 30 Januari 2005 mendatang diboikot sebuah partai besar Muslim Suni. Partai itu, Partai Islam Irak, memutuskan memboikot pemilu tersebut.

Partai tersebut menyatakan syarat-syarat yang diajukannya untuk berpartisipasi, tidak diindahkan oleh Komisi Pemilu. ''Kami memutuskan diri tidak ikut,'' kata Mohsen Abdel Hamid, pimpinan Partai Islam Irak, dalam suatu konferensi pers di Bagdad, Senin.

Sementara itu, bom mobil meledak di depan kantor sebuah partai politik kelompok Syiah di Distrik Jadriya di Bagdad, Senin kemarin, menewaskan sedikitnya 13 orang, kata Kepolisian Bagdad.

Seorang anggota polisi mengatakan 39 orang luka-luka dalam ledakan itu, yang terjadi di luar markas Dewan Agung bagi Revolusi Islam di Irak (SCIRI). Partai itu tercatat sebagai salah satu partai politik terbesar Irak.

SCIRI, partai berbasis agama yang didirikan kelompok Syiah yang diasingkan di Iran pada masa Saddan Hussein berkuasa, diharapkan menjadi salah satu peserta terbesar dalam pemilu demokratis pertama pasca-Saddam, bulan depan.

Partai itu dipimpin Abdul-Aziz al-Hakim. Kakak laki-lakinya, yang juga pimpinan partai tersebut, dibunuh Agustus tahun lalu dalam aksi pengeboman di kota Najaf.

SCIRI adalah front utama yang menentang kepemerintahan Saddam dari luar negeri. Para pejabat partai itu mengatakan, tidak ada jajaran kepemimpinan SCIRI yang terluka. Namun beberapa karyawan telah dibawa ke rumah sakit.

Bakal Meningkat

''Mobil itu meledak di pintu gerbang menuju perkantoran, dekat loket penerimaan tamu,'' kata seorang pejabat partai tersebut. Dia meminta namanya tidak ditulis.

''Kami membawa beberapa aparat keamanan dan para penerima tamu ke rumah sakit,'' katanya. Pasukan AS dan Irak menutup kawasan itu, tidak jauh dari suatu persimpangan yang ramai.

Para pejabat AS dan Irak mengatakan mereka memperkirakan bakal ada peningkatan aksi kekerasan menjelang pemilu, yang dijadwalkan 30 Januari 2005 mendatang. Beberapa minggu lalu, ketika partai-partai secara resmi mendaftar untuk ikut pemilu, telah ada sejumlah pembunuhan dan pengeboman bersifat politis.

Sedikitnya tiga orang anggota Partai Hizbullah Irak telah tewas dibunuh. Hisbullah Irak bersekutu dengan SCIRI, sebagai bagian dari koalisi Kesatuan Aliansi Irak yang didominasi kelompok mayoritas Syiah.

Koalisi itu, yang dibentuk di bawah pengawasan Ayatollah Ali al-Sistani (ulama utama Syiah Irak) diharapkan mendapat perolehan yang baik dalam pemilu nanti, khususnya jika ada mayoritas Irak berhasil meraih 60 persen suar.

Sistani, yang memegang kekuasaan besar dalam masyarakat Syiah, telah mengeluarkan dekrit yang mewajibkan seluruh umat Syiah agar turut dalam pemilu.

Para pimpinan kelompok minoritas Suni - yang mencapai 20 persen - adalah pendukung perlawanan kaum gerilyawan terhadap AS dan sekutunya di negara itu.

Mereka khawatir, kekerasan akan dapat berdampak buruk terutama di wilayah Muslim Suni, dan akan membuat sulit pelaksanaan pemilu yang bebas dan adil, bulan depan. (rtr-ed-30)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA