SUARA MERDEKA
 
INDEKS WACANA Kamis, 23 Desember 2004

-- Yang pertama kali harus diminta sebelum membicarakan lagi perihal kegiatan bisnis anak-anak dan keluarga pejabat adalah menghilangkan trauma masa lalu, khususnya pada masa Orde Baru. Sepanjang kita belum mampu menghilangkan trauma itu, akan ada kecenderungan menolak bisnis keluarga pejabat. Sebab sudah terbukti selama itu, banyak penyimpangan terjadi.

 

-- Menciptakan kawasan Simpanglima yang ijo royo-royo, apa susahnya? Untuk berbagai program yang terkait dengan perencanaan kota, yang susah adalah konsistensinya. Kesimpulan mengenai konsistensi tidaklah dapat disepelekan dari penyampaian suatu gagasan yang kemudian dijadikan sebagai kehendak politik (political will) para pemegang kekuasaan.

 

SALAH satu masalah yang menunggu pemecahan secara tepat dalam usaha pemulihan ekonomi Indonesia adalah masalah utang. Kegagalan Indonesia di masa lalu dalam mengelola utang telah menyebabkan sebagian (besar) masyarakat alergi terhadap utang luar negeri. Bahkan ada yang beranggapan bahwa utang luar negeri akan menjadi sumber malapetaka bagi ekonomi.

SUNGGUH menarik mencermati fenomena yang terjadi dengan Bank Global. Gara-gara nasabah gagal mencairkan reksadana di bank tersebut --padahal reksadana bukan produk perbankan-- bank ini akhirnya diketahui menurun kinerja kesehatan keuangannya sehingga ditutup sejak 14 Desember 2004 lalu. Bahkan sejak Oktober bank ini sudah masuk dalam special surveillance unit (SSU) alias unit gawat darurat yang merawat bank-bank yang sakit/sekarat.

Kami terima kasih kepada Bapak yang memberi respon terhadap layanan PT Pos Indonesia khususnya layanan di Kantos Pos Cilongok Cilacap (Suara Merdeka 17 Desember 2004). Kami jelaskan, tanggal 18 Desember 2004 petugas kami telah datang menemui Bapak Waluyo Sudarsono dan Bapak Soemeri Al Ahmad Soemeri (pensiunan Taspen nopen 08000334800).

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA