SUARA MERDEKA
 
INDEKS KEDU & DIY Kamis, 23 Desember 2004

WONOSOBO - Wakil Bupati Drs H Kholiq Arief kecewa terhadap hasil pekerjaan proyek pembangunan yang berkualitas jelek. Kalau hasil proyek jelek, rakyatlah yang paling dirugikan.

PURWOREJO - Warga Megulung, Pituruh, Ahmad Sabyani (47), kini harus berurusan dengan polisi lantaran pria berstatus duda beranak dua itu dilaporkan sejumlah ibu rumah tangga ke Polres Purworejo, beberapa hari lalu.

MAGELANG - Hingga akhir 2004 dipastikan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Magelang belum bisa meningkatkan status pemeriksaan mantan anggota DPRD 1999-2004 dari penyelidikan menjadi penyidikan. Sebab, dari 25 mantan anggota legislatif baru 23 orang yang dimintai keterangan berkaitan dugaan korupsi APBD 2003.

TEMANGGUNG - Mulai 2005, jabatan kepala sekolah (kasek) SMP dan SMU se-Kabupaten Temanggung dibatasi empat tahun. Perpanjangan jabatan bisa dilakukan periode berikutnya, jika hasil penilaian Tim Monitoring Evaluasi (ME) menunjukkan kinerja kasek positif.

KEBUMEN - Pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2005 Kabupaten Kebumen dibayangi angka defisit sampai Rp 29,5 miliar. Karena itu, DPRD meminta eksekutif berhemat dalam menggunakan anggaran.

YOGYAKARTA - Dalam menyambut Natal dan Tahun Baru 2005 berbagai hotel berbintang di Yogyakarta menyiapkan berbagai acara dan kegiatan yang menarik bagi wisatawan yang berlibur di kota pelajar dan kota budaya itu.

 

MAGELANG - Banyak wanita memperingati dan mungkin merayakan Hari Ibu. Pegawai wanita, wanita karier, dan aktivis LSM perempuan adalah orang-orang yang tidak pernah lupa hari istimewa yang diperingati setiap 22 Desember tersebut. Mereka selalu mengaitkan makna Hari Ibu dengan emansipasi, pemberdayaan, dan kemajuan perempuan.

BOROBUDUR - Pemilihan pimpinan Komisi A DPRD Kabupaten Magelang, kemarin dilakukan dengan pemungutan suara (voting). Sementara itu, pemilihan pimpinan Komisi B, C, dan D dapat dilaksanakan secara musyawarah mufakat. ''Setiap anggota berhak memilih paket ketua, wakil ketua, dan sekretaris komisi,'' kata Sukardi, pimpinan rapat.

TEMANGGUNG - Kalangan petani tembakau di Kabupaten Temanggung mengaku kesulitan untuk memulai musim tanam (MT) 2005. Mereka terbentur pada permodalan akibat minimnya kucuran kredit dari perbankan. Menurut beberapa petani, pengolahan lahan mestinya sudah dilakukan pada bulan ini dilanjutkan penanaman pada Januari-Februari 2005. Akibat tak memiliki modal, kemungkinan besar akan banyak lahan tidak bisa ditanami. Biaya tanam tembakau untuk lahan tegalan (kering) sekitar Rp 12 juta per hektar, sedangkan untuk lahan persawahan (basah) Rp 7 juta per hektar. (nt-20n)

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA