logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 23 Desember 2004 SALA
Line

Mayat Nenek Tersangkut di Selokan

SUKOHARJO - Warga Langenharjo, Grogol, Sukoharjo, digemparkan oleh penemuan mayat seorang nenek yang tersangkut di selokan RM Waru Doyong, kemarin.

Mayat yang kemudian diketahui bernama Mulami (80), warga RT 02 RW II, Desa Kudu, Kecamatan Baki, itu menyumbat selokan hingga mampet.

Saksi Supano (50), karyawan lepas RM Waru Doyong menuturkan, pagi itu dia mendapati selokan yang mengalir di depan rumah makan lesehan tersebut mampet. Saat dicek, ternyata selokan dipenuhi sampah.

Dia lalu mengajak temannya, Sukirno (40) untuk mengambil sampah dengan pengait. Namun setelah sampah habis, aliran air belum juga lancar. Mengira masih ada sampah yang menyumbat, dia pun membongkar tutup selokan.

Dengan pengait, keduanya mengangkat sampah yang tersisa. Saat itulah, pengait menyenggol benda yang mencurigakan berwarna putih.

Keduanya mengira benda tersebut adalah babi yang tewas terseret arus selokan. Merasa penasaran, saksi membuka pintu air agar aliran bertambah besar.

''Maksud saya agar benda mencurigakan itu ikut aliran air,'' kata Suparno.

Warga Nogosari, Boyolali, itu kaget setelah tahu bahwa benda tersebut ternyata sesosok mayat wanita. Kontan saksi berteriak, memanggil pemilik rumah makan, Sarjono yang kemudian melapor ke Mapolsek Grogol.

Kabar penemuan mayat segera menyebar ke warga sekitar. Dalam waktu singkat, mereka berkerumun di lokasi kejadian.

Pikun

Kebetulan ada warga yang mengenali bahwa mayat tersebut adalah Mbah Mulani, warga Kudu yang dikabarkan hilang dini hari sebelumnya.

Setelah keluarganya mengecek ke lokasi, ternyata benar. Menurut keponakan korban, Sarono, korban yang tinggal sendirian itu sudah pikun dan matanya rabun. Untuk makan sehari-hari, ia hanya menunggu kiriman dari istri Sarono.

''Pukul 04.00, istri saya ke rumah Mbah Mulani untuk mengirim makanan, namun dia tidak ada. Langsung kami mencarinya hingga ke sungai dekat rumah, tetapi hanya menemukan sandal. Tak disangka, Mbah Mulani ditemukan meninggal.''

Kapolres Sukoharjo, AKBP Drs Bambang Rudi Pratiknyo SH MM didampingi Kasat Reskrim, AKP Moh Ngajib dan Kapolsek Grogol, AKP Zaenal Arifin mengatakan, setelah mendapat laporan dari warga, pihaknya segera menghubungi Puskesmas untuk melakukan pemeriksaan. Pasalnya, pihak keluarga tidak menginginkan korban diautopsi di labfor.

''Setelah diperiksa, memang terdapat luka-luka, namun hal itu diduga disebabkan karena benturan saat korban hanyut. Oleh pihak keluarga, korban langsung diminta untuk dimakamkan,'' katanya. (G10-85a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA