logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 23 Desember 2004 SALA
Line

Demokrat Ricuh Lagi

KARANGANYAR- Setelah lama terdiam, DPC Partai Demokrat Karanganyar kembali bergejolak. Dengan berbekal Surat No 33/DPP.PD/XII/2004 yang ditandatangani Ketua DPP Partai Demokrat Prof Dr Subur Budhisantoso, mantan Ketua DPC Suparno yang sudah dipecat akan merebut jabatannya kembali yang sudah lepas.

Menurut Suparno yang lebih dikenal dengan Parno Menje, DPC yang dipimpinnya sah dan diakui DPP. Dia mengatakan, dalam surat yang diterimanya belum lama ini disebutkan apabila ada perubahan SK kepengurusan DPC di wilayah masing-masing DPD khususnya sesudah April 2004, tanpa sepengetahuan dan tanpa seizin DPP, maka perubahan itu tidak berlaku.

''Seluruh kepengurusan DPC yang menggantikan saya jelas tidak sah. Sebab tanpa sepengetahuan dan belum mendapatkan izin DPP,'' kata pendiri Partai Demokrat Karanganyar tersebut yang mengaku pencopotannya karena direkayasa.

''Saya mengingatkan pada seluruh pihak yang mengatasnamakan pengurus DPC untuk membubarkan diri. Jika masih mengatasnamakan pengurus dan melaksanakan kegiatan kepartaian, saya tidak segan-segan melaporkan pada polisi,'' ancamnya.

Seperti diketahui, pascapencopotan Parno Menje dari jabatan ketua DPC pada Oktober 2003, DPD Jateng paling tidak telah menerbitkan dua SK kepengurusan DPC di Karanganyar. Yaitu kepengurusan Herybertus (Hery) Sriwahyudi pada Agustus 2004, menggantikan Parno Menje yang saat itu diduga berijazah palsu.

Hery Sriwahyudi yang kemudian meninggal, digantikan Aris Mulyadi September 2004. Penunjukan Aris yang diduga rekayasa itu juga menuai kontroversi. Sebab dia berasal dari luar struktur pengurus DPC serta tidak punya kartu anggota. Selain itu, Tory, sekretaris DPC yang mendampingi Aris masih menjabat sekretaris DPC Surakarta.(G8-85s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA