| Kamis, 23 Desember 2004 | SALA |
Delapan Gereja Dijaga Penembak JituKLATEN - Polres Klaten akan melakukan penjagaan khusus di delapan gereja untuk menjaga umat Kristiani yang akan merayakan Natal. Berkait dengan itu, akan ditempatkan dua penembak jitu (sniper) di setiap gereja tersebut untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Saat puncak peringatan, aparat keamanan juga akan melakukan pensterilan terhadap para pengunjung gereja. Dengan pengamanan yang ketat, diharapkan pelaksanaan Natal dapat berlangsung aman. ''Ada delapan gereja yang mendapat perhatian khusus; tujuh di wilayah Kecamatan Kota, dan satu di Wedi. Pertimbangannya, karena gereja-gereja tersebut terletak di daerah yang tingkat kerawanannya tinggi,'' kata Kapolres Klaten, AKBP Drs Arief Dharmawan didampingi Kabagops, Kompol Suwandi kepada wartawan, kemarin. Secara keseluruhan, Polres akan menempatkan 424 personel untuk pengamanan Natal di seluruh wilayah Klaten. Sebanyak 346 personel akan menjaga keamanan secara umum, sedangkan 78 personel akan ditempatkan di gereja-gereja. Selain itu, ada 6-10 polisi lokal yang ikut berjaga di setiap gereja. Kapolres juga telah menyiapkan dua mobil yang akan melakukan patroli keliling. Semua upaya pengamanan tersebut, akan mulai dilakukan sejak H-2 Natal sampai dengan malam Tahun Baru. ''Untuk pengamanan malam Tahun Baru, kami menambah personel menjadi 509 orang. Sebagian dari mereka akan ditempatkan di 13 pos yang berada antara Delanggu sampai Prambanan. Tiap pos, dijaga 8-10 personel,'' kata Kapolres. Delapan gereja yang mendapat pengamanan khusus itu adalah, Gereja Maria Asumpta di Jalan Andalas 24 Klaten Tengah, Gereja Pantekosta di Pondok Klaten Tengah, GKI Jago Jalan Pemuda, Gereja Isa Almasih Jalan Dewi Sartika, Gereja Philipi Jalan Kopral Sayom, GKJ Klaten Jalan Klasis Klaten Tengah, GKJ Sumberejo Klaten Selatan, serta Gereja Santa Perawan Maria Bunda Kristus, Wedi.(F5-85a) |