logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 23 Desember 2004 SALA
Line

Lima Pengamen Meloloskan Diri

KOTA- Tim gabungan yang terdiri atas aparat Dinas Kesejahteraan Rakyat Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DKRPPKB), Satuan Polisi Pamong Praja, kepolisian serta Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) kemarin merazia 25 gelandangan, pengemis, dan pengamen di beberapa lokasi.

Sementara itu, lima pengamen yang sedang duduk di bekas Purwosari Plaza berhasil meloloskan diri. Mereka melarikan diri setelah melihat beberapa aparat berseragam turun dari kendaraan.

"Sebanyak 25 gelandangan dan pengemis berhasil kami razia hari ini (kemarin-Red). Tiga di antaranya penderita psikotis yang selanjutnya akan dibawa ke RSJD Surakarta untuk dirawat lebih intensif. Sisanya ada yang disalurkan ke panti atau dikembalikan ke masyarakat," kata Drs Akhmad Zein Soechul Hadi, Kasubdin Pelayanan Rehabilitasi dan Bantuan Sosial DKRPP, kemarin.

Menurut dia, razia tersebut dilakukan dengan penyisiran dari satu lokasi ke lokasi lain. Tempat pertama yang menjadi sasaran di sekitar Pasar Gading. Dilanjutkan dari barat sampai Kleco. Kemudian kembali ke timur dan menyusuri Jalan Slamet Riyadi. Iring-iringan kendaraan itu berhenti di bekas Purwosari Plaza, belakang Sriwedari, dan Gladag.

Dari beberapa tempat tersebut berhasil diamankan sejumlah gelandangan. Pengamen yang terjaring di bekas pusat perbelanjaan itu sedang tertidur. Kemudian dilanjutkan menuju Terminal Tirtonadi, Stasiun Solo Balapan, dan Stasiun Solo Jebres.

"Paling sulit mengamankan psikotis, karena jiwa dan emosi mereka tidak stabil. Ada yang menjadi brutal karena mengamuk dan ada yang harus dibujuk-bujuk agar tidak lari. Pokoknya perlu kesabaran tinggi," kata seorang petugas lapangan, Brotowiyono.

Punya Cucu

Dari 25 gelandangan pengemis, tiga di antaranya dibawa ke RSJD. Sementara sisanya 10 orang dibawa ke Panti Karya, lima orang diangkut ke Panti Wreda, sedangkan tujuh lainnya dikembalikan ke masyarakat lantaran memiliki identitas sewaktu dirazia.

Belasan pengamen dan gelandangan tersebut sebelumnya sempat dimandikan dan diberi pakaian pantas. Setelah itu baru diantarkan ke panti. Saat dikumpulkan di bekas Kantor DKRPPKB Kepatihan, seorang perempuan tua sempat merengek agar diizinkan kembali ke rumahnya. Dia mengaku punya cucu yang tidak akan terurus jika dirinya tak pulang ke rumah. Perempuan yang sehari-hari mencari nafkah dengan meminta-minta itu terus menangis. Oleh aparat, dia dijanjikan diizinkan pulang setelah selesai mengisi beberapa formulir.

Kepala Unit Kesehatan Jiwa Masyarkat RSJD Drs Supriyono menuturkan, penderita psikotis biasanya dirawat secara intensif selama hampir sebulan. Selanjutnya, mereka yang punya keluarga dikembalikan ke tempat asalnya. Untuk yang tidak memiliki keluarga, disalurkan ke Panti Tuna Laras Pangrukti Mulya di Rembang serta Mardi Rahayu Semarang. (G18-17s)

25 Orang yang dirazia disalurkan:

- Panti Werdha 5 orang

- Panti Karya 10 orang

- RSJD: 3 penderita psikotis

- Dikembalikan ke Masyarakat7 orang

Tempat yang Dirazia:

- Tepi jalan dan perempatan

- Bekas Purwosari Plasa

- Belakang Stadion Sriwedari

- Terminal Tirtonadi

- Stasiun Solo Balapan

- Stasiun Solo Jebres


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA