| Kamis, 23 Desember 2004 | SALA |
Hari Ibu Diisi Aksi DemoGLADAG - Peringatan Hari Ibu di Solo, Rabu (22/12), diisi aksi demo. Puluhan mahasiswi anggota IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) Surakarta, memperingati hari tersebut di Gladag dengan unjuk rasa menolak kekerasan terhadap perempuan. "Kami mendesak kepada pemerintah untuk menerapkan kebijakan-kebijakan yang melindungi perempuan dari tindak pelecehan, kekerasan, dan eksploitasi dalam segala hal," kata koordinator aksi, Heni Sumarah. Berbagai poster tuntutan dibentangkan, di antaranya bertuliskan "Kekerasan terhadap perempuan adalah kebiadaban" dan "Stop kekerasan terhadap perempuan". Sementara itu, para perempuan pendemo tersebut bergantian berorasi menggunakan megafone. Berkumpul dari kawasan Kleco, sekitar pukul 09.30 para pengunjuk rasa bergerak melalui Jalan Slamet Riyadi menuju Gladag. Bunga Kertas Menurut Heni, selain dalam rangka Hari Ibu, demo itu juga merupakan rangkaian dari peringatan Hari Antikekerasan terhadap Perempuan yang jatuh pada 25 November hingga 10 Desember. Maka, para pengunjuk rasa juga membagikan bunga-bunga kertas kepada para pengguna jalan yang melintas. "Kami juga menuntut kepada segenap aparat hukum untuk menjatuhkan hukuman yang seberat-beratnya kepada pelaku tindak pelecehan dan pelanggaran hak-hak perempuan," teriak seorang pendemo disambut yel-yel peserta aksi. Disebutkannya, momentum peringatan Hari Ibu dapat dijadikan masyarakat, termasuk kaum perempuan, untuk meneropong apa saja yang sering menimpa kaum perempuan. Bentuk pemaksaan, ancaman, pengekangan, diskriminasi, pelecehan, penganiayaan fisik maupun psikologis terhadap perempuan, merupakan deretan kekerasan yang sering terjadi. "Maka, kami mengajak semua golongan masyarakat, baik laki-laki maupum perempuan, untuk memberikan perlakuan yang menghargai hak-hak asasi manusia," tandas para pendemo dalam pernyataan sikapnya.(D11-17a) |