| Kamis, 23 Desember 2004 | SALA |
Sembilan Gereja "Disterilkan"
KOTA - Hari Raya Natal 2004 akan diperingati kalangan jemaat Nasrani dengan kebaktian di gereja masing-masing. Tidak ada acara menonjol dan istimewa yang ditampilkan pada peringatan lahirnya Yesus Kristus itu. Umumnya, gereja akan menggelar kebaktian pada 24 Desember malam dan 25 Desember pagi. Untuk menjaga kekhitmatan kebaktian, seluruh gereja di Solo akan mendapat pengamanan ketat dari jajaran Polwil Surakarta pada kebaktian hari raya Natal 25 Desember. Bahkan untuk sembilan gereja besar yang jumlah jemaatnya tergolong banyak, sehari menjelang 25 Desember sudah disterilkan lebih dahulu untuk menjaga keamanan pelaksanaan kebaktian. "Polwil akan menerjunkan sejumlah sniper, yang kami perintahkan tembak di tempat bagi para pengacau yang mengganggu jalannya ibadah Natal," kata Kepala Polwil Surakarta, Kombes Drs Abdul Madjid SH MH, kemarin. Ditemui di ruang kerjanya, Kapolwil mengatakan, Polwil akan mengadakan gelar pasukan Natal pada 23 Desember di halaman Balai Kota Surakarta yang diikuti 2/3 kekuatan Polwil. Untuk wilayah Solo, petugas ditempatkan di 836 gereja yang mengadakan kebaktian. " Di setiap gereja kami tempatkan 4-8 personel yang melakukan penjagaan secara terbuka dan tertutup. Selain aparat kepolisian, pengamanan juga dilakukan oleh jajaran petugas Pemkot Surakarta, baik Satpol PP maupun anggota Hansip," tambahnya. Adakan Razia Dikatakan, untuk memberikan rasa aman kepada warga masyarakat pada Natal, jajaran Polwil juga mengadakan razia terhadap gangguan kamtibmas. Setiap bentuk kegiatan yang bisa menjurus tindak kriminal akan dirazia, seperti mabuk-mabukan serta perjudian. "Pokoknya kami tidak kompromi terhadap aktivitas seperti itu." Pengurus sejumlah gereja menyebutkan, tidak ada acara khusus untuk menyambut datangnya Natal. Setiap gereja hanya akan mengadakan kebaktian seperti biasa setiap Minggu. Seperti dikatakan Krisnwinanti dari Gereja Kristen Jawa(GKJ) Margoyudan, Trimurni dari GKJ Manahan, gereja itu akan mengadakan kebaktian pada 24 malam hari dan 25 Desember sebanyak empat kali. Kebaktian serupa juga digelar di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Sangkrah; seperti dikatakan Ernawan, di gereja itu akan diadakan kebaktian dua kali, yaitu pada 24 dan 25 Desember. "Untuk pengamanan selama kebaktian berlangsung, pihak gereja sudah berkoordinasi dengan aparat kepolisian. Selain itu, kami juga senantiasa berdoa agar selama pelaksanaan kebaktian tidak terjadi gangguan keamanan," kata Sancoyo dari Gereja Kristen Jawa(GKJ) Nusukan. (sri,G19,san-17a) |